Siswa SD dan SMP Bersepeda 8 Kilometer demi Kembalikan Dompet

Oleh Henry Hens pada 13 Agu 2019, 01:04 WIB
Diperbarui 13 Agu 2019, 17:15 WIB
5 Cara Mengatur Isi Dompet Menurut Fengshui

Liputan6.com, Jakarta - Apa yang Anda lakukan kalau menemukan dompet orang lain? Mungkin Anda akan mengembalikannya pada pemiliknya. Tapi bagaimana kalau yang menemukan dompet masih termasuk anak-anak dan duduk di bangku SD?

Mereka ternyata juga bisa berlaku jujur. Setidaknya ini yang terjadi di Blitar, Jawa Timur, baru-baru ini.  Ada ungkapan yang menyebutkan kejujuran itu mahal harganya. Terkesan sepele, tapi yang namanya bersikap jujur memang tak selalu mudah dilakukan. Ada saja alasan untuk orang tidak berlaku jujur.

Namun yang pasti, kelakuan tidak jujur itu dilakukan untuk kepentingan diri sendiri yang bisa saja merugikan orang lain. Bagi kita yang sudah dewasa tapi masih sering berbohong, mungkin harus malu dan berkaca dengan para siswa ini.

Belum lama ini beredar cerita tentang empat orang siswa SD dan SMP yang bersepeda jauh demi mengembalikan sebuah dompet. Mereka ternyata mengembalikan dompet itu secara utuh, tanpa mengambil sepeser pun uang di dalamnya. Hal itu diungkapkan oleh pemilik akun Facebook Aris Dwi Cahya Ningrum.

Ia sangat terharu ketika keempat bocah tersebut datang ke rumahnya. Mereka datang untuk mengembalikan dompetnya yang sempat terjatuh di jalan.

Dalam unggahan pada 6 Agustus tersebut juga disebutkan kalau dua siswa berpakaian SMP dan dua lainnya berpakaian SD ini rela bersepeda jauh.

"Ya Allah nak... Ini real ya.. Dompet saya jatuh dan di dalam ada uang 900 rb ... Dan dikembalikan dari klampok sampai di sentul pipp dia ngontel gek panas" ya Allah nakk.. Umur smono km jujurmenn, aku jan terharu," tulis Aris.

Mereka berempat bersepeda dari kawasan Klampok, Blitar sampai kawasan Sentul yang juga masih ada di daerah Blitar. Menurut perhitungan Google Maps, dari Klampok ke Sentul punya jarak sejauh 8 kilometer lebih.

2 of 3

Imbalan yang Sepadan

Anak SD dan SMP kembalikan dompet
Anak SD dan SMP kembalikan dompet. (dok.Facebook @Aris Dwi Cahya Ningrum/https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2985015308236395&set=a.101997086538246&type=3&theater/Henry

Aris juga mengaku kalau uang Rp 900 ribu yang ada di dompetnya tidak berkurang sama sekali. Pada unggahan lain , ia juga menyebutkan kalau telah memberikan imbalan yang sepadan kepada para siswa tersebut.  Namun dia tidak menyebutkan berapa nominal yang diberikan.

"Alhamdulillah gaesss.. Saya sdh kasih imbalan sepantasnya dan uang makan buat mreka, krn mreka antar ny bukn dirumh saya tp dirumh bapak saya.. Dan bapakku pas ra masak gaes mkane ta kasih uang mkan sndiri.. Alhamdulillah gaes... Kelingan anak" ini aku lngsung nangis lo terharu," tulisnya lagi.

Keberanian dan kejujuran yang ditunjukkan para siswa ini tentu saja dapat banjir pujian dari warganet. Sampa berita ini ditulis, cerita akun Aris Dwi Cahya Ningrum itu telah dibagikan lebih dari 3900 kali.

"Generasi milenial yang top," komentar akun Hasan. "Inilah budaya Asli Indonesia Mari terus kita tanamkan kejujuran kepada anak2 kita," puji pemilik akun Subani.  "Anak anak sperrinini dididik biar bisa jadi pejabat masa depan," tulis akun ‘Anna Irsyad’.

Setelah unggahannya menjadi viral di media sosial, Aris juga menuliskan telah diwawancarai beberapa stasun televisi nasional yang mengangkat berita tentang keempat anak yang mengembalikan dompetnya.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by