Parade Budaya Festival Cheng Ho Semarang 2019 Bakal Filosofis

Oleh Fitri.Syarifah pada 02 Agu 2019, 10:27 WIB
Festival Cheng Ho Semarang 2019

Liputan6.com, Jakarta Semarang kembali mengadakan parade budaya dalam Cheng Ho Festival Semarang 2019 di Klenteng Agung Sam Poo Kong pada Minggu (3/8).

Nuansa budayanya bakal sangat terasa. Dari mulai ornamen, arak-arakan, rias wajah, semua bernuansa Tionghoa.

"Event ini jadi penegas betapa eksotisnya Semarang dengan beragam budaya yang ada di dalamnya. Jangan lupa, setiap tahun selalu ada nuansa baru yang ditawarkan,” ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Balutannya diset sangat harmonis. Beragam latar budaya yang ada di Semarang ikut diakomodir. Dikasih ruang. Diberi space berekspresi.

Startnya dimulai dari Klenteng Tay Kak Sie di Gong Lombok. Dari situ, arak-arakannya mengarah ke Klenteng Sam Poo Kong di Jalan Simongan. Patung Laksamana Cheng Ho akan diarak selama parade berlangsung.

Ada filosofi yang diangkat dalam parade ini. Ada juga pesan yang ingin disampaikan. Yang jelas, filosofi parade mengikuti alur pelayaran Laksamana Cheng Ho.

Lantas kenapa alur pelayaran yang ditonjolkan? Apa istimewanya alur pelayaran Cheng Ho?

Yang pertama, Cheng Ho yang juga familiar sebagai Zheng He terkenal dengan kekuatan armada lautnya yang besar. Selain itu, Cheng Ho juga menjadi bagian dari sejarah penyebaran Islam di wilayah Semarang melalui figur Juru Mudi Kapal Ong Keng Hong. Dan, Klenteng Sam Po Kong juga menjadi salah salah satu destinasi wisata religi di Kota Lumpia.

“Wisatawan bisa belajar banyak dari figur Laksamana Cheng Ho yang hebat. Selama pelayaran, Cheng Ho selalu menebarkan kebaikan. Mengajarkan kebersamaan dalam beragam latar belakang berbeda,” kata Menpar lagi.

Menghidupkan kembali memori, Laksamana Cheng Ho memulai ekspedisi pada 1405. Selama 28 tahun berlayar, Cheng Ho sudah tujuh kali melakukan ekspedisi internasional. Total sudah 37 negara yang sudah disambanginya.. Zona ekspedisinya membentang dari Asia, Timur Tengah, hingga Afrika. Selama berada di nusantara, Cheng Ho mengenalkan teknologi dan menanamkan rasa persaudaraan yang kuat.

“Cheng Ho Festival Semarang ini sangat eksotis. Beragam seni budaya akan ditampilkan secara meriah. Jadi, pastikan evet besar ini tidak terlewatkan. Sebab, aksesibilitas menuju Semarang sagat mudah. Lalu amenitasnya juga sangat bagus di sana,” tutur Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuti.

Deputi Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani juga seirama. Menurutnya, Festival Cheng Ho adalah salah satu upaya melestarikan budaya tradisional daerah.

"Ajang ini memiliki brand value dan nilai jual untuk pengembangan pariwisata, seni dan budaya," tuturnya.

"Ajang ini sebagai salah satu akulturasi budaya Jawa dengan Tiongkok. Festival Cheng Ho menjadi momen yang pas untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya persatuan Indonesia," timpal Asdep Pengembangan I Regional II Adella Raung.