Jokowi Tambah Anggaran untuk Pariwisata Danau Toba

Oleh Fitri.Syarifah pada 01 Agu 2019, 11:58 WIB
Presiden Joko Widodo

Liputan6.com, Samosir Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus melakukan blusukan ke berbagai titik ke kawasan di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara. Didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri, Jokowi mengunjungi hampir semua titik wisata yang ada di kawasan Danau Toba, baik di Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Simalungun, Tobasa dan Samosir.

Dari hasil blusukannya itu, Presiden menyimpulkam pengembangan pariwisata di sekitar Danau Toba harus dilakukan secara paralel dari berbagai sisi. Beberapa Kementerian juga harus bersama-sama menggarapnya.

"Ya, jadi sudah tiga hari ini kita sudah kunjungi. Enggak tahu sudah berapa titik, sudah hampir semua titik yang ada di kawasan Danau Toba ini, baik yang di Tapanuli Utara, baik yang nanti ini setelah ini di Humbang Hasundutan, di Simalungun, kemudian di Tobasa, dan ini di Samosir. Dan saya sendiri sudah cek juga, jalan keliling di Pulau Samosir sudah selesai, tinggal 21 kilometer, sudah rampung, tahun ini rampung," ujar Jokowi, Rabu (31/7).

Jokowi juga menyempatkan diri mengunjungi Desa Adat, Desa Ulos dan pasar yang menjual souvenir. Dia berencana akan merehab segala yang diperlukan untuk menunjang pariwisata.

"Tadi pagi juga lihat Desa Adat, Desa Ulos, semuanya juga akan direhab total. Kemudian pasar yang di sini juga akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan. Moga-moga ini selesai semuanya, termasuk juga dermaga, pelabuhan akan diselesaikan semuanya, sehingga kapalnya juga akan dibelikan lagi, ditambah," ungkap Jokowi.

Setelah Dermaganya semua selesai, lanjut Jokowi, Danau Toba akan dipromosikan dan dipasarkan secara besar-besaran.

Untuk promosi sebenarnya sudah dilakukan saat ini. Tapi Jokowi ingin dilakukan besar-besarannya mulai tahun depan setelah produknya betul-betul selesai.

"Produknya ya tadi ya Desa Adat, Desa Ulos, pasarnya, pasar souvenir, semuanya, jalannya sudah siap, dermaganya siap, termasuk ini terusan Tano Ponggol ini selesai. Ini pekerjaan besar. Dilebarkan 80 meter, sehingga nanti kapal itu bisa muter Pulau Samosir," jelas Presiden yang baru terpilih kedua kali ini.

Jokowi memastikan pembangunan infrastruktur jalan dan destinasi wisata akan dikerjakan bersamaan secara paralel. Semua kementerian yang membidangi akan turun semua menggarap Danau Toba.

"Pembangunan infrastruktur jalan dan tempat wisata dilakukanpararel dikerjakan dua-duanya, bersama-sama. Kita sudah enggak ada waktu," tegasnya.

Presiden Jokowi tidak hanya memperhatikan pembangunan fisik saja. Terkait Sumber Daya Manusia (SDM) juga tak luput dalam rencananya. Tidak hanya perguruan tinggi pariwisata yang digenjot, SMK juga akan diarahkan ke pariwisata.

"Pembangunan ya termasuk SDM-nya. SMK-SMK di sini beberapa nanti akan kita switch, kita ubah ke SMK Pariwisata. Ini pararel semuanya. Enggak bisa ini hanya produknya, SDM-nya tidak,l. Atau hanya SDM dan produknya tapi lingkungannya, hutannya tidak dikembalikan lagi. Enggak bisa. Ya," tutur Presiden Jokowi.

Arahan Presiden ini menjadi cambuk semangat bagi Menpar Arief Yahya. Pihaknya akan serius melakuka percepatan infrastruktur untuk pariwisata yang ditargetkan untuk infrastruktur dasar dan utilities selesai di 2020.

"Danau Toba mendapat dukungan tambahan anggaran infrastruktur dari Presiden untuk Danau Toba di tahun 2020 sebesar Rp 2,2 triliun. Anggaran ini terbesar dibandingkan 3 Destinasi Super Prioritas lain. Selain untuk percepatan infrastruktur untuk pariwisata, juga untuk program prioritas dalam pengembangan 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) di Danau Toba," ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, rata-rata pertumbuhan PAD di 8 Kabupaten sekitar Danau Toba adalah sebesar 79% akibat tumbuhnya sektor Pariwisata.

"Hal ini membuktikan Pariwisata relatif lebih mudah, murah, dan cepat untuk menghasilkan devisa dan meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Menpar Arief Yahya.