Traveller, Paket Wisata ke Pulau Penyengat Siap Dibuka

Oleh Fitri.Syarifah pada 31 Jul 2019, 13:48 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya

Liputan6.com, Jakarta Sebelum mengenalkan tempat wisata, uji trail dilakukan di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang pada  24-27 Juli 2019. Sebanyak delapan paket yang akan ditawarkan ke wisatawan adalah Tradisional Dress Experience (TraDE), Bentor/Cycling Historical Tour (BenCHiT), Tour of the Mosque, hingga Literature Tour (LitTour). Kemudian Cultural Performance (CulPer), Gurindam Experience (GurEx), Tanjak Experience, dan Cooking Class (CooClass).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Surjadi mengungkapkan, konsep distribusi paket sudah disiapkan. “Paket Wisata Budaya Pulau Penyengat yang akan dijual tetap 8. Finalisasinya Agustus nanti. Dari Uji Trail ini, nantinya kelemahan akan disempurnakan pada tahun berikutnya. Yang jelas, pemasaran paket wisatanya sudah siap. Kami bekerjasama dengan TA/TO dan Hotel, makanya saat ini diprepare semua di Pulau Penyengat,” ungkap Surjadi, Minggu (28/7).

Beberapa TA/TO memang sudah dilibatkan. Mereka mengikuti seluruh rangkaian Uji Trail terhadap konten yang akan dipasarkan. Selain offline, pemasaran paket wisata tersebut juga dilakukan online. Beberapa kanal yang disiapkan website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang dan media sosial (medsos).

“Setelah Uji Trail, paket langsung dilempar ke pasar. Kami optimistis, Paket Wisata Budaya Pulau Penyengat akan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan. Untuk itu, kami bekerjasama dengan TA/TO dan Hotel. Mereka akan dilibatkan. Kami juga manfaatkan seluruh fasilitas untuk distribusi paket secara onlinenya. Yang jelas, paket yang ditawarkan unik dan menarik. Penuh inspirasi,” kata Surjadi lagi.

Konsep menarik ditawarkan setiap paketnya. Selalu ada intrepeter yang memberikan informasi lengkap. Tour of the Mosque misalnya, wisatawan memiliki space luas untuk mengeksplorasi Masjid Raya Sultan Riau.

Destinasi ini masuk cagar budaya bersama 16 spot lainnya. Ada banyak filosofi menarik dari detail bangunannya yang mengadopsi arsitektur Melayu, Arab, India, dan Turki.

Masjid Raya Sultan Riau memiliki 7 pintu. Filosofinya jumlah 7 ayat Al-Fatihah yang artinya pembukaan. Jumlah jendelanya 6 sebagai representasi Rukun Iman, lalu 17 kubah masjid yang jadi gambaran rakaat sholat fardhu. Masjid ini memiliki 4 tiang utama. Maknanya, gambaran 4 Khulafaur Rasyidin. Ada juga yang menerjemahkan 4 mazhab dalam Islam. Yaitu, Imam Hanafi, Malik, Syafi’i, dan Hambali.

“Konten menarik dalam paket wisata harus didukung strategi marketing yang bagus. Sebab, destinasi ini beserta paket wisatanya sangat layak dijual. TA/TO dan Hotel harus dilibatkan karena mereka memiliki akses langsung ke pasar. Dengan penawaran menarik, konten paket wisata memberi banyak experience,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani.

Berada di Masjid Raya Sultan Riau, wisatawan akan diajak menyusuri berbagai sudutnya. Paket ini juga menawarkan tradisi unik. Di sini terdapat tradisi yang masih terjaga, yaitu ritual bayi menginjak tanah. Tanah yang digunakan berasal dari Mekah dan sudah ada sejak tahun 1826.

“Setelah Uji Trail ini, pasti kemasan konten paket wisatanya akan semakin bagus. Saat direlease, pasar pasti akan memberi respon positif. Sebab, ada banyak keunikan yang ditawarkan destinasi di Penyengat. Mereka bisa menikmati keunikan destinasi secara utuh,” papar Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini.

Masjid Raya Sultan Riau memiliki keunikan. Terutama bagian menara. Sebab, 2 menara di sisi belakang masjid mengadopsi simbol oktagon. Simbol ini bisa diartikan sebagai Bintang Segi-8 yang familiar sebagai Al-Quds. Bintang itu pun diadopsi dari Rub el Hizb, yaitu 2 bujursangkar yang disatukan dan saling bersilangan.

Rub el Hizb atau astakona menjadi harapan kesuburan. Namun, ada juga konsep oktagon menara masjid menjadi simbol datangnya hidayah melalui 8 arah. Terlepas dari asumsi yang muncul, astakona banyak dijumpai dalam ornamen dan arsitektur Kerajaan Riau. Bentuknya masih bisa ditemui secara utuh pada bentuk bangunan, pondasi dan tiangnya, panggung penobatan sultan, sumur, hingga gerbang kerajaan.

“Konsep pemasaran produk terbaik harus dilakukan. Selain mengandalkan TA/TO atau Hotel, produk ini bisa ditawarkan melalui berbagai program sales mission. Sebab, konsepnya unik dan menarik. Pasar juga familiar dengan kekuatan budaya dan alam di Penyengat yang luar biasa eksotis,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.