6 Fakta Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo pada 2020

Oleh Henry pada 04 Agu 2019, 14:30 WIB
Diperbarui 04 Agu 2019, 14:30 WIB
Melihat Interaksi Komodo dengan Manusia di Pulau Rinca
Perbesar
Guide taman nasional memantau komodo di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, NTT, Minggu (14/10). Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Taman Nasional Komodo merupakan salah satu tempat wisata andalan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak populer beberapa tahun belakangan, jumlah pengunjung taman nasional ini terus bertambah.

Angka pengunjung yang semakin banyak itu justru bisa menganggu habitat komodo secara tidak langsung. Hal itu ikut memicu wacana penutupan sementara Taman Nasional Komodo pada 2020. Melansir dari berbagai sumber, Rabu, 31 Juli 2019, berikut beberapa fakta terkait rencana penutupan tersebut.

1. Penataan Taman Nasional Komodo

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskoda menutup sementara Taman Nasional Komodo guna menata ulang taman itu agar jadi indah, aman, dan lebih teroganisir dari sebelumnya. 

Mulai dari menata ketersediaan makanan komodo agar terjamin, melestarikan hutan, juga lingkungan guna menjaga habitat komodo. Penataan taman ini juga dilakukan untuk melindungi komodo dari kepunahan.

2. Banyaknya Wisatawan yang Datang

Sejak tahun 2010, jumlah pengunjung Taman Nasional Komodo tercatat sekitar 44.672, tahun 2011 ada 48.010 pengunjung, tahun 2012 ada 49.982 pengunjung, 63.801 pengunjung di tahun 2013, dan tahun 2014 ada 80.626 pengunjung.

Angka semakin meningkat pada 2015, yakni 95.410 pengunjung dan tahun 2016 ada 107.711 pengunjung. Sementara hingga bulan September 2017 jumah pengunjung mencapai 98.305 orang. 

Banyaknya pengunjung yang datang ke taman ini mengganggu habitat komodo secara tidak langsung. Gerak-gerik wisatawan yang datang ke taman ini tak memberi perlindungan yang baik dan merusak habitat hewan purba tersebut.

3. Jadi Tempat Wisata Eksklusif

Turis yang datang ke Taman Nasional Komodo akan dibatasi dan biaya masuknya akan mengalami perubahan jadi lebih mahal dari sebelumnya.

2 dari 3 halaman

Seluruh Pulau Komodo

Menikmati Eksotisme Pemandangan Alam Pulau Rinca
Perbesar
Pemandangan sebuah teluk di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, NTT, Minggu (14/10). Selain terkenal dengan komodonya, Pulau Rinca memiliki pemandangan alam yang indah dan memikat wisatawan. (Merdeka.com/Arie basuki)

4. Menjamin Makanan Komodo

Karena rusa merupakan makanan utama Komodo dan banyak perburuan liar terhadap rusa, otomatis jumlahnya berkurang. Ditutupnya taman ini diharapkan akan mengurangi perburuan liar dan meningkatkan populasi rusa agar makanan utama komodo lebih terjamin.

5. Maraknya Perburuan Liar

Penutupan taman ini dapat mengurangi pemburuan liar, serta meningkatkan populasi komodo. Pasal, apabila hewan ini punah, maka taman wisata ini pun akan kehilangan 'atraksi' utamanya.

6. Meningkatkan Populasi Komodo

Pemerintah akan meningkatkan populasi komodo dengan memperbaiki habitatnya dan menjamin makanan agar tidak ada Komodo memakan komodo sehingga dapat meningkatkan populasi hewan ini. (Indah Andini)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓