Tradisi Panggil Dugong Bakal Jadi Agenda Wisata Tahunan di Alor

Oleh Dinny Mutiah pada 25 Jul 2019, 18:01 WIB
Diperbarui 25 Jul 2019, 18:01 WIB
Lihat Dugong Disekap, Netizen ‘Teriak’ ke Susi Pudjiastuti

Liputan6.com, Jakarta - Unik, kesan yang didapat saat mendengar nama Festival Panggil Ikan Dugong. Kegiatan yang berjalan pertama kalinya pada tahun ini, yakni 19--25 Juli 2019, digadang-gadang akan menjadi agenda pariwisata tahunan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Festival Panggil Ikan Dugong ini adalah tradisi yang ada dan menjadi kekayaan yang kita miliki. Ini harus menjadi daya tarik internasional," kata Bupati Amon Djobo saat acara penutupan di Pantai Mali di Kabupaten Alor, Rabu, 24 Juli 2019, dalam keterangan tertulis Kementerian Pariwisata yang diterima Liputan6.com.

Amon mengatakan festival itu menjadi festival panggil ikan satu-satunya di Indonesia, walau dugong sebenarnya termasuk mamalia. Ia meyakini keunikan itu berpotensi mendatangkan wisatawan mancanegara ke wilayahnya.

Untuk itu, pemerintah daerah berencana menggandeng pihak swasta untuk mengelola kawasan Pantai Mali yang menjadi lokasi untuk melihat hewan bernama latin Dugong dugon itu.

"Ini agar masyarakat Alor yang dikatakan miskin harta tetapi tidak miskin harga diri dan kepercayaan diri. Kami ada di sini lewat budaya dan tradisi kami," katanya.

Pelibatan pihak ketiga diyakini bisa membuat kegiatan kepariwisataan di daerahnya bisa dikelola lebih profesional. Di sisi lain, pihaknya juga memiliki Dana Alokasi Khusus yang dianggarkan Kemenpar sebesar Rp8 miliar.

"Untuk pembangunan homestay dan infrastruktur pariwisata di Alor," ujar Amon.

2 dari 3 halaman

Kualitas Perlu Ditingkatkan

Tradisi Panggil Dugong Bakal Jadi Agenda Wisata Tahunan di Alor
Pantai Mali, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. (dok. Biro Komunikasi Publik Kemenpar/Dinny Mutiah)

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Hendry Noviardi meminta agar Festival Panggil Ikan Dugong dikemas dengan lebih baik. Dengan begitu, wisatawan berkualitas akan datang lebih banyak lagi.

"Maka dari itu, masyarakat diharapkan agar mampu memproduksi hasil olahan dari alam sekitar agar dapat meningkatkan nilai ekonomi dan dapat dipasarkan juga di sini," katanya.

Festival yang diselengarakan tersebut juga dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Kemenko Kemaritiman Elvi Wijayanti, Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Hendry Noviardi, dan beberapa pejabat daerah setempat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Panduan New Normal di Kehidupan Sehari-Hari