Tak Disangka, Produk Pewarna Rambut Banyak Diminati Perempuan Berhijab di Indonesia

Oleh Dinny Mutiah pada 23 Jul 2019, 22:03 WIB
Diperbarui 25 Jul 2019, 21:13 WIB
Tak Disangka, Produk Pewarna Rambut Banyak Diminati Perempuan Berhijab di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Dalam diskusi bersama beberapa media, Presiden Direktur PT L'oreal Indonesia Umesh Phadke mengungkapkan hal menarik yang tak disangka-sangka. Ia menyebut penjualan produk pewarna rambut bertumbuh walau jumlah perempuan yang mengenakan hijab makin banyak.

"Dari awalnya hanya 25 persen, sekarang 65 persen perempuan Indonesia mengenakan hijab. Tapi, penjualan produk pewarna rambut justru naik," katanya di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Temuan itu kemudian ditelusuri. Ternyata, hijab yang dikenakan membuat perempuan Indonesia lebih berani bereksperimen dengan warna rambut. Pasalnya, hanya segelintir orang yang akan mengomentari perubahan penampilan mereka lewat warna rambut yang ngejreng.

Berbeda halnya dengan perempuan yang tak mengenakan hijab. Perubahan drastis yang terjadi membuat mereka jadi pusat perhatian. Padahal, tak semua orang suka diperhatikan atau dipandang aneh.

"Beda dengan make up, pewarna rambut itu langsung mengubah penampilanmu. Lima belas tahun lalu, saya pernah mewarnai rambut saya dengan warna pirang. Empat direktur langsung mendatangi saya dan bertanya, apakah semuanya baik-baik saja di rumah?" ucap Umesh sambil tertawa.

Tak hanya soal rambut, perempuan berhijab juga membawa pengaruh lain terhadap industri kecantikan di Indonesia. Shean Lin, Kepala Riset dan Inovasi PT L'oreal Indonesia menjabarkan enam hal yang menjadi perhatian para perempuan berhijab.

 

2 of 3

Pengaruh Perempuan Berhijab

Tak Disangka, Produk Pewarna Rambut Banyak Diminati Perempuan Berhijab di Indonesia
Presiden Direktur PT L'oreal Indonesia Umesh Phadke (berbatik) bersama jajaran manajemen L'oreal Indonesia. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Hal pertama soal perawatan rambut yang makin diperhatikan. Mengingat kondisi rambut tertutup nyaris sepanjang hari, perempuan berhijab membutuhkan produk yang bisa mengatasi kerontokan, mengusir ketombe, hingga bisa wangi tahan lama.

Di sisi lain, hijab hanya menyisakan bagian wajah yang terbuka. Maka itu, mereka semakin menekankan penampilan wajah yang makin utama. Mereka juga membutuhkan produk yang bisa bernapas sehingga inovasi dituntut menciptakan produk yang segar dan formulanya ringan.

Ada pula masukan perihal belang yang disebabkan oleh penggunaan hijab. Hal itu diatasi lewat produk tabir surya yang tak menempel di hijab.

"Perempuan berhiijab juga semakin concern dengan pentingnya ritual membersihkan wajah sehingga demand produk micellar water meningkat," kata Shean.

Terakhir adalah masalah kehalalan produk. Khusus masalah halal, Umesh menegaskan konsumen di Indonesia tidak semata memilih produk kecantikan berdasarkan label tersebut. Mereka juga menuntut manfaat yang didapat dari produk yang dibeli.

"Kalau ada pilihan, produk yang halal atau produk yang halal dan memberikan manfaat, mereka tentu akan membeli yang bisa memberi manfaat dan halal. Jadi, tidak sekadar halal," katanya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓