Solo Batik Carnival Keren, Simak yuk Perjalanannya dari Masa ke Masa

Oleh Reza pada 22 Jul 2019, 10:35 WIB
Solo Batik Carnival

Liputan6.com, Jakarta Lebih dari satu dekade Solo Batik Carnival ramaikan Surakarta. Berbagai fashion carnaval batik paling nge-hits telah ditampilkan. Kostum-kostum unik dari tangan-tangan kreatif. Bikin heboh. Semua itu ada di setiap tahun SBC. Bagi yang ingin tahu perjalanan SBC, berikut kilas balik perjalanan Solo Batik Carnival (SBC) dari waktu ke waktu.

Tahun 2008 sebagai awal terlaksananya Solo Batik Carnival. Pemrakarsanya Ir. Joko Widodo & Solo Center Point. Suguhan penuh kreatifitas pun langsung ditampilkan. Kostumnya menggunakan bahan dasar batik dan bahan daur ulang. Seperti terpal, jaring, kertas karton, gelas plastik, hingga bulu ayam. Menjadi konsep kostum Solo Batik Carnival.

Kostum unik ini dipamerkan para model dadakan. Mereka menari dan bergerak atraktif, menyusuri catwalk sepanjang 4,2 km. Uniknya, catwalk di Jalan Slamet Riyadi, yang merupakan jalan utama kota Solo.

SBC ke-2 digelar 28 Juni 2009 dengan tema topeng. Ada tiga jenis topeng tradisional yang disuguhkan. Diantaranya Panji sebagai lambang raja atau ratu, Kelana sebagai lambang ksatriya atau raksasa dan Gecul sebagai lambang Punakawan atau hamba sahaya. Ajang ini diikuti sekitar 300 peserta.

Solo Batik Carnival ke-3 digelar 23 Juni 2010. Temanya Sekar Jagad, yang bermakna kecantikan dan keindahan. Kostumnya dalam bentuk flora dan fauna. Karnaval ini diikut 360 peserta, melibatkan berbagai kelompok kesenian di Solo.

Pada 25 Juni 2011 SBC ke-4 digelar. Karnaval ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena diadakan pada malam hari. Event ini diikuti 325 peserta, dengan mengangkat tema Keajaiban Legenda. Karnaval ini dibagi menjadi beberapa kelompok. Diantaranya Andhe-Andhe Lumut, Rara Jonggrang, Ratu Pantai selatan dan Ratu Kencana Wungu.

Selain itu, ada empat Putri Indonesia sebagai peserta khusus yang tampil dalam ajang ini. Mereka adalah, Nadine Alexandra Dewi (Puteri Indonesia), Inda Adeliani (Puteri Intelegensia), Alessandra K Usman (Puteri Pariwisata), dan Reisa Kartikasari (Puteri Lingkungan).

SBC ke-5 diadakan 30 Juni 2012. Temanha Metamorfosa, dengan menekankan pada penciptaan kreasi kostum. Konsepnya daur ulang, tetapi tetap dengan pemakaian moti batik sebagai dasarnya

Solo Batik Carnival ke-6 digelar 29 Juni 2013. Temanya Eart to Earth, dengan sub tema Memayuhayuning Bawono. Diartikan kehidupannya manusia tidak terlepas dari elemen dasar, yang terdiri dari api, air, angin dan tanah. Pesertanya pun mengenakan kostum bernuansa air, api, angin dan tanah mirip dengan serial Avatar. Ajang ini diikuti 143 Peserta.

SBC ke-7 digelar 22 Juni 2014, dengan mengusung tema The Majestic Treasure. Harta Karun yang dimaksud adalah batik. Ajang ini diikuti 725 orang, yang terdiri dari peserta berkostum SBC, prajurit, penari, serta peserta tamu yang berasal dari Kalimantan Timur.

SBC ke-8 digelar 13 Juni 2015. Ajang ini bertemakan Papat Kiblat Lima Pancer. Papat kiblat menggambarkan empat penjuru mata angin. Pada keempat arah terdapat berbagai pilihan termasuk nafsu pada diri manusia. Lima pancer merupakan pusat ke lima yaitu diri manusia itu sendiri. Ajang ini di ikuti 600 peserta.

Pada 2016 tema yang diangkat Mustika Jawa Dwipa. Ini berartikan mustika dari pulau Jawa. Seperti merepresentasikan keris, gamelan, lampu dan candi. SBC ke-7 ini digelar pada 24 Juli 2016.

Pada 2017, merupakan dasawarsa atau tahun ke-10 pagelaran Solo Batik Carnival. SBC ke-10 mengangkat budaya Jawa. Mengusung tema Astamurti Kawijayan atau Kemuliaan Budaya Jawa.

Pada SBC ke-10 dimunculkan kembali tema-tema kostum pada SBC sebelumnya. Diantaranya Sekar Jagad, Ratu Pantai Selatan, Mustika Jawa Dwipa, Wayang, Topeng dan defile baru .Yaitu Jatayu yang merupakan makhluk mitologi jawa berbentuk burung. Grand Carnival diadakan pada 15 Juli 2017 dengan jumlah peserta 230.

Tema pada SBC ke-11 adalah Ika Paramarta. Diambil dari bahasa Sansekerta dengan menampilkan delapan devile yang mewakili 8 provinsi di Indonesia. Diantaranya Sumatera, Kalimantan, Irian, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Jawa dan DKI Jakarta. SBC ke-11 dilaksanakan pada 14 Juli 2018.

Untuk Solo Batik Carnival ke-12 dipastikan bakal heboh, bakal meriah. SBC kali ini diikuti 11 delegasi negara Asia Tenggara. Terdiri dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Myanmar, dan Brunei Darussalam.

Kemudian Laos, Vietnam, Kamboja, Timor Leste , Thailand dan Singapura. Event ini di gelar 27 Juli 2019. Jika ingin tahu lebih lengkapnya. Silakan datang ke Solo. Dijamin seru habis.

Ketua Tim CoE Pelaksana Esthy Reko Astuty mengatakan, Solo Batik Carnival adalah event tahunan yang digelar Kota Surakarta.

"Keunikan SBC hampir ada di setiap tahun.Tema-tema yang diusung harus diaplikasikan para desainer, menjadi kostum yang mewah dan menarik. Penata busana pun tidak bisa asal merangcang. Karena setiap detail ornamen masing-masing kostum memiliki filosofi tersendiri," tuturnya

Sedangkan menurut Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizky Handayani. SBC sebagai ajang berkumpulnya orang- orang kreatif, inovatif dan produktif.

"Acara Solo Batik Carnival melibatkan ratusan orang untuk berpartisipasi sebagai penampil. Berbagai kreasi kostum dari tangan-tangan kreatif disuguhkan menjadi hiburan yang menarik. Jumlah penontonnya saja bisa mencapai ribuan orang," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Solo Batik Carnival mampu mendongkrak pariwisata Solo. "Ajang ini mampu menggaet wisatawan lokal maupun manca negara untuk berkunjung ke Solo. Melalui ajang ini citra Solo sebagai Kota Batik dunia semakin terangkat," ucap Menpar Arief Yahya.

 

(*)