Memajukan Kebudayaan dan Kekayaan Alam Lewat Nusa Penida Festival 2019

Oleh Liputan6.com pada 08 Okt 2019, 19:32 WIB
Nusa Penida Festival 2019

Liputan6.com, Jakarta - Bali hampir tak pernah sepi dari kegiatan seni dan budaya. Salah satunya adalah Nusa Penida Festival (NPF) 2019 yang diadakan di Pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung pada 5-8 Oktober 2019.

Acara penutupan festival dimeriahkan oleh berbagai musisi dan dihadiri oleh Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) Sonny Harry B Harmadi dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Acara tersebut juga ditandai dengan pemukulan kentongan dan penyerahan dokumen potensi desa usulan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN).  Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan dalam acara penutupan NPF 2019 ada beberapa rangkaian acara yang dimeriahkan oleh musisi Nasional.

"Di acara penutupan NPF kali ini, kami menghadirkan karnaval dan dimeriahkan oleh musisi Nasional seperti Johny Agung, Tipe X, DJ Denada," ucap Suwirta pada 8 Oktober 2019.

"Kami berusaha untuk terus memajukan kebudayaan dan kekayaan alam. Karena itu kami menghadirkan karnaval yang diikuti oleh warga lokal untuk menunjukan kepada pengunjung bahwa Klungkung mempunyai kekayaan alam dan budaya," ungkap Suwirta.

"Wisatawan lokal maupun mancanegara ikut menikmati dalam acara penutupan NPF 2019. Ini membuktikan bahwa antusiasme sangat tinggi untuk acara NPF," lanjut Suwirta.

Dalam pidatonya I Nyoman Suwirta menghimbau kepada seluruh masyarakat Klungkung khususnya Nusa Penida, meskipun pariwisata Nusa Penida sudah berkembang dengan pesat, tapi kegiatan promosi harus tetap dilakukan serta tidak hanya mengandalkan laut namun juga mengembangkan kerajinan UKM.

Nusa Penida Festival 2019
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (kiri) dan Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manufia dan Kebudayaan Republik Indonesia Sonny Harry di Nusa Penida Festival 2019. foto: istimewa

"Jangan mengantungkan hidup sepenuhnya pada pariwisata saja. Bidang lain seperti pertanian dan pertenakan sebaiknya juga tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi. Jadi, kalau suatu saat pariwisata mengalami goncangan maka ekonomi tidak ikut akan jatuh," terang Suwirta.

"Saat mata pencaharian sudah mengandalkan pariwisata, maka kita juga perlu mejaga alam dan perilaku kita dengan baik dengan tidak membuang sampah sembarangan dan meminimalisir penggunaan plastik. Kita juga tidak perlu sombong ketika pariwisata Nusa Penida sudah maju agar kita tidak akan mengalami guncangan ekonomi," sambung Suwirta.

Sementara itu Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) Sonny Harry B Harmadi mengaku terpukau setelah menyaksikan keragaman atraksi budaya di nusa penida lewat karnaval budaya

"Saya sangat kagum waktu melihat karnaval budaya. Saya yakin kalau seluruh elemen masyarakat memiliki tekad yang kuat untuk membangun Nusa Penida, maka Nusa Penida akan semakin maju dari segi infrastuktur dan perekonomian," tutur Sonny.