Bocah 11 Tahun Makan Nasi Sehari 5 Kali untuk Menyelamatkan Sang Ayah

Oleh Komarudin pada 21 Jun 2019, 21:03 WIB
Diperbarui 21 Jun 2019, 21:03 WIB
Ilustrasi Nasi Daging

Liputan6.com, Jakarta - Seorang anak lelaki berusia 11 tahun makan setidaknya lima kali sehari untuk menyelamatkan ayahnya dari leukimia. Ayah Lu Zikuan, yang didiagnosis tujuh tahun lalu, membutuhkan transplantasi sumsum tulang.

Dilansir dari Skynews.com, Jumat (21/6/2019), Zikuan, dari Xinxiang di Tiongkok, adalah satu-satunya pasangan dalam keluarganya, tetapi perlu menambah berat badan sebelum prosedur transplantasi sumsum tulang dapat dilanjutkan.

Dokter mengatakan ia harus menimbang berat badannya setidaknya 45 kg, sebelum ia bisa menjadi donor, dan berat ideal adalah 50 kg. Namun, saat keluarganya diberitahu, berat Zikuan hanya 30 kg.

Saat ini ayah Zikuan, Lu Yanheng, sedang dirawat di rumah sakit dengan obat-obatan sampai kesehatannya memburuk Agustus lalu dan dia membutuhkan transfusi darah. Satu-satunya pilihan jangka panjangnya adalah transplantasi sumsum tulang, kata dokter.

2 dari 3 halaman

Menambah Berat Badan

Ilustrasi Nasi
Ilustrasi nasi (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Untuk menambah berat badannya, Zikuan makan daging berlemak dengan nasi, dan sekarang beratnya 43 kg. Ibunya bekerja di toko kelontong.

Ketika Zikuan mulai menambah berat badan, beberapa teman sekelasnya mengolok-olok dan memanggilnya "gemuk" (pangzi). Gurunya, Zhao Meng-meng meminta agar tak lagi menyebut Zikuan gemuk, setelah mengetahui mengapa tubuh Zikuan makin membesar.

Zikuan mengatakan ia tak marah disebut gemuk. "Selamatkan ayah dulu, turunkan berat badan nanti," katanya kepada media setempat.

Sekolah ikut menggalang dana untuk membantu keluarga Zikuan. Orang-orang di media sosial tersentuh oleh ceritanya. Kongwei Wizard mengatakan bahwa ia memikul, "Tanggung jawab besar di usia yang masih muda. Kamu luar biasa."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Panduan New Normal di Kehidupan Sehari-Hari