Ini Tanggapan Traveloka Terkait Mahalnya Tiket Pesawat

Oleh Reza pada 01 Jun 2019, 13:24 WIB
Diperbarui 01 Jun 2019, 14:16 WIB
Ilustrasi tiket pesawat

Liputan6.com, Jakarta Publik dikejutkan dengan viralnya informasi terkait harga pesawat yang sangat mahal. Atas hal tersebut, Public Relations Director Traveloka, Sufintri Rahayu menanggapi informasi tersebut.  

Dalam keterangan persnya, Sufintri Rahayu mengatakan bahwa sehubungan dengan pemberitaan seputar harga tiket pesawat yang melambung, perlu kami sampaikan kembali bahwa selain harga yang tertera di platform adalah harga kelas bisnis, yang tentu saja jauh lebih mahal dibanding harga kelas ekonomi, yang pada saat viral kemarin sudah habis.

Kami juga mengimbau dan mengedukasi masyarakat untuk jeli meneliti pembelian. Termasuk untuk memastikan bahwa kelas penerbangan yang dicari sesuai dengan keinginan. Misal, jika ingin mencari kelas ekonomi, maka pada laman awal pencarian dapat memilih kelas ekonomi.

Pemilihan pesawat sangat mudah sekali diatur sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen. Dibawah ini kami jelaskan kembali. Untuk dapat memilih penerbangan langsung (direct flight), pengguna juga dapat dengan mudah melakukan filter daftar maskapai dengan cara sebagai berikut:

Setelah menentukan tujuan, tanggal bepergian, dan kelas penerbangan, halaman akan menampilkan hasil pencarian. Lalu, pilih menu filter.Pada bagian ‘Transit’, pilih menu ‘Langsung’, untuk hanya menampilkan penerbangan langsung.Klik ‘Pilih Penerbangan’Laman akan menampilkan hasil pencarian daftar maskapai dengan penerbangan langsung.

 

traveloka
Berikut pernyataan resmi dari Traveloka terkait melambungknya harga tiket pesawat Bandung-Medan.

Mengenai mekanisme ketersediaan tiket di Traveloka:

Harga dan ketersediaan stok tiket sendiri sifatnya dapat terus berubah secara real-time, untuk itu kami juga menyarankan pengguna kami untuk dapat melakukan pengecekan terus secara berkala, dan mengatur fitur Price Alert yang tersedia di platform kami, terutama di saat-saat peak season seperti sekarang ini.

Kami, Traveloka, Kemenhub, dan Garuda juga sudah duduk bersama, untuk membicarakan terkait topik ini, hari ini (31/05). 

Dimana kami sepakat dan menyadari bahwa mekanisme ini sebenarnya adalah hal yang juga diaplikasikan oleh seluruh OTAs, dengan memberikan lebih banyak alternatif pilihan kepada users, dapat memperkaya pilihan users, memilih berbagai alternatif pilihan, termasuk bila ingin transit.

Namun demikian, di saat peak season ini, tentunya harga menjadi sangat dinamik. Ke depannya, Traveloka,bersama dengan Garuda sepakat untuk  terus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan produk tiket pesawat terbang, agar lebih mempermudah informasi bagi pengguna.

Traveloka, sebagai platform teknologi (e-market place) tentunya tidak memiliki kewenangan untuk mengubah harga apapun. Dan dalam hal ini, kami tidak ada intensi apapun, untuk memperkeruh atau membuat kecemasan di masyarakat.

 

(*)