4 Tips Mencuci Sejadah supaya Bersih dan Tetap Awet

Oleh Asnida Riani pada 27 Mei 2019, 05:02 WIB
Diperbarui 27 Mei 2019, 05:02 WIB
Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi pakaian dicuci dengan mesin cuci. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - Lebara kian dekat, berbagai persiapan untuk menyanbut Hari Raya kiranya telah mulai Ad lakukan. Satu di antara sekian banyak adalah mempersiapkan alat salat, termasuk sajadah, untuk dipakai saat Hari Kemenangan nanti,

Seperti yang lain, terdapat pula beberapa tips tertentu agar sajadah bersih sempurna dan menunjang kekhusyukan ibadah Anda. Langsung saja simak ulasan lengkapnya seperti telah dirangkumkan Fimela.com berikut.

Perhatikan Bahan Sajadah

Sajadah berbahan sutra sebaiknya tidak dicuci dengan air dan deterjen biasa. Sajadah berbahan sutra atau berbahan lembut disarankan untuk di dry clean. Perhatikan label aturan mencuci. Baca aturannya baik-baik agar tidak salah dalam mencucinya.

Atasi Noda dengan Cairan Pembersih Noda

Apakah ada noda yang sangat kentara di sajadah Anda? Atasi dulu dengan cairan pembersih noda. Noda ringan biasanya butuh waktu sekitar 30 menit agar hilang. Baru setelah itu, sajadah bisa direndam dengan air detergen selama sekitar 1 jam. Gunakan air yang cukup banyak dan pastikan seluruh bagian sajadah terendam.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cuci Sajadah Anda dengan Cara yang Tepat

[Bintang] Begini Cara Memilih Mesin Cuci yang Awet
Perbesar
Ilustrasi mencuci sajadah. (Ilustrasi: Pexels.com)

Diperas Tanpa Dipelintir

Setelah sajadah selesai direndam dan dibilas dengan air hingga bersih, gulung sajadah lalu peras sampai airnya berkurang. Cara memerasasnya sebaiknya tidak dengan dipelintir. Bila dipelintir, khawatir nantinya tekstur sajadah dan bahannya jadi rusak.

Dijemur dengan Cara Dibentangkan

Bisa dibentangkan di tempat yang datar. Bisa juga digantung membentang di tali jemuran. Ada baiknya diangin-anginkan di tempat sejuk lebih dulu sampai airnya benar-benar tiris. Setelah itu baru bisa dipindahkan di tempat dengan terik matahari yang cukup.

Kurang disarankan dijemur di bawah terik panas matahari yang menyengat karena beberapa bahan sajadah cenderung mudah lapuk bila langsung dijemur di bawah panas yang terik. (Endah Wijayanti/Fimela.com)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya