Cerita tentang Api Abadi Mrapen, Sisi Lain Waisak 2019

Oleh Komarudin pada 19 Mei 2019, 03:03 WIB
waisak

Liputan6.com, Jakarta - Umat Budha merayakan Hari Waisak yang jatuh pada Minggu, 19 Mei 2019. Di balik perayaan tersebut, ada kisah yang selalu mencuri publik, yaitu tentang Api Abadi Mrapen yang berusia ratusan tahun.

Api Abadi Mrapen terletak di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah. Kawasan ini terletak di tepi jalan raya Purwodadi - Semarang, berjarak 26 kilometer dari Purwodadi.

Kompleks Api Abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam.  Saat ini, Api Abadi Mrapen salah satu destinasi wisata yang terkenal. 

Api Abadi Mrapen merupakan fenomena gas alam yang keluar dari perut bumi lalu tersulut oleh api yang hingga saat ini tak pernah padam.  

Sementara itu, versi yang lain berdasarkan cerita yang berkembang, keberadaan sumber Api Abadi Mrapen terkait dengan sejarah masa akhir Kerajaan Majapahit yang ditaklukkan Kesultanan Demak Bintoro pada 1500-1518 Masehi.

Konon api abadi itu muncul setelah Sunan Kalijaga yang memimpin Demak mengalahkan Majapahit. Setelah itu, ia mencari mata air untuk rombongannnya yang kelelahan. Ketika istirahat itu, Sunan Kalijaga melihat semburan api yang muncul dari dalam tanah. 

2 of 3

Agenda Olahraga

[Bintang] Ternyata Ini Alasan Api Abadi Mrapen Dipilih untuk Pengambilan Api Obor Asian Games 2018
Inilah cerita di balik api abadi Mrapen yang digunakan untuk menyalakan obor Asian Games 2018. (Foto: Bola.com/M.Iqbal Ichsan)

Terlepas dari cerita tersebut, keberadaan Api Abadi Mrapen digunakan untuk penyulutan api dalam pembukaan acara olahraga, baik agenda nasional maupun internasional. Selain diistimewakan sebagai bagian dari Tri Suci Waisak setiap tahun. 

Api untuk Asian Games pada 2018 lalu diambil dari Api Abadi Mrapen. Begitu pula saat  Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI 23 Agustus 1996.  

Sebelumnya, pesta olahraga internasional Ganefo pada 1 November 1963, dengan jumlah peserta 2.700 atlet dari 51 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin pun menggunakan Api Abadi Mrapen.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓