Hari ke-Dua Festival Crossborder Skouw 2019 Dimeriahkan Tari Moses dan Dave Solution

Oleh Cahyu pada 11 Mei 2019, 10:12 WIB
Diperbarui 11 Mei 2019, 10:12 WIB
Festival Crossborder Skouw 2019
Perbesar
Tari Moses dan Dave Solution bikin heboh hari ke-dua Festival Crossborder Skouw 2019 (foto: dok. Kemenpar).

Liputan6.com, Skouw Hari ke-dua Festival Crossborder Skouw 2019 berlangsung lebih meriah dan mampu menarik lebih banyak pengunjung. Para pengunjung antusias menyaksikan Tari Moses asal Papua Nugini dan band reggae dari Papua, Dave Solution.

Tari Moses dibawakan dengan sangat apik oleh para tetua Kampung Yako, Papua Nugini, bersama dua orang anak. Mereka tampil menggunakan pakaian adat lengkap berikut alat musiknya.

Salah satu pengunjung yang terlihat antusias menyaksikan Tari Moses adalah Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ricky Fauziyani. Bahkan, ia tak ketinggalan ikut bergerak bersama penari Moses.

“Ini momen yang bagus. Perpaduan antar dua negara. Festival Crossborder bukan hanya mempererat hubungan dua negara, tetapi juga mengenalkan budaya masing-masing. Tidak setiap hari kita menyaksikan budaya Papua Nugini,” ujar Ricky, Jumat (10/5/2019).

Usai seru-seruan menari Moses, para pengunjung langsung diajak bergoyang reggae oleh Dave Solution. Nama besar Dave Solution di Tanah Papua membuat suasana hari kedua benar-benar meriah.

Dave Solution terlihat sangat mampu mengendalikan massa. Berbagai trik mereka keluarkan untuk membuat energi penonton terjaga. Pertama, mereka membawakan lagu legendaris Sweet (Alala Long) yang dipopulerkan Inner Circle.

Selanjutnya, Dave Solution memainkan lagu Papua Nugini. Penonton nyaris tidak berhenti bergerak sepanjang penampilan Dave Solution. Di akhir penampilannya, Dave Solution membagi-bagikan suvenir kepada para pengunjung.

“Dave Solution luar biasa. Mereka bisa menciptakan suasana yang meriah. Mereka tahu bagaimana merangkul penonton. Semua terpuaskan dengan aksi Dave Solution yang sangat menawan,” ucap Ricky.

Walaupun begitu, ia mengingatkan bahwa kemeriahan Festival Crossborder Skouw 2019 belum berakhir. Masih ada Ras Muhamad dan Vanimo Yates yang akan tampil di hari terakhir festival.

Sementara itu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, memberikan apresiasinya untuk event ini. Menurutnya, musik efektif untuk mendatangkan wisatawan perbatasan.

“Musik adalah bahasa universal. Di setiap event crossborder, kita menerapkan strategi ini dan terbukti musik bisa membuat border tourism bergairah. Hal ini juga berlaku di Festival Crossborder Skouw 2019,” kata dia.

 

 

(*)