Cerita Akhir Pekan: Tetap Modis Tanpa Perlu Beli Baju Baru

Oleh Putu Elmira pada 12 Mei 2019, 08:30 WIB
Diperbarui 12 Mei 2019, 08:30 WIB
Ilustrasi pakaian

Liputan6.com, Jakarta - Berapa pasang baju yang tertumpuk di dalam lemari Anda? Seberapa sering Anda belanja baju di mal atau sekarang mungkin online? Kebiasaan ini boleh saja dipandang baik, tapi dampak buruknya pun tak bisa dikesampingkan.

Seringkali tidak diperhatikan bahwa pakaian bisa jadi sampah. Industri fashion yang berubah sangat cepat membuat jutaan baju baru diproduksi setiap hari. Hal tersebut seakan 'memaksa' para perempuan belanja mengikuti tren.

'Lapar mata' membuat tak sedikit pakaian akhirnya tertumpuk dan berpotensi jadi sampah. Tanpa mengorbankan keinginan untuk tetap berpenampilan modis, setidaknya terdapat tiga cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi sampah pakaian. 

1. Menukar Baju

Zero Waste Indonesia melalui kampanye #TukarBaju menggelar acara unik guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan limbah tekstil di dunia. Kampanye #TukarBaju jadi alternatif bagi mereka yang ingin mengikuti mode tanpa harus membeli baju baru.

Konsepnya mirip dengan sistem barter pada zaman dahulu. Pengunjung cukup datang dan membawa baju layak pakai. Panitia akan menyortir dan mengembalikan ke pemilik jika dianggap tak layak. Tapi, kalau sebaliknya, baju akan digantung dan diberi token. Alat ini memungkinkan pengunjung menukar baju sesuai jumlah token mereka. 

2 dari 4 halaman

2. Beli Baju Bekas

Ilustrasi
Ilustrasi baju bekas. (dok. pexels.com/mentatdgt)

Walau belum sebegitu masif, pasar barang-barang bekas tetap ada di Indonesia. Dengan penglihatan jeli, Anda bisa mendapatkan baju-baju berkualitas baik, bahkan bermerek dari luar negeri. Selain itu, harganya pun murah dan masih bisa ditawar.

Di pasar baju bekas Anda bisa menemukan pakaian dari berbagai negara, ragam model, dan segudang pilihan warna. Serunya, satu motif biasanya hanya dijual sebanyak satu buah.

Anda bisa datang ke pasar baju bekas di kawasan Pasar Baru dan Pasar Senen di Jakarta, Pasar Cimol Gedebage di Bandung, Pasar Senthir di Yogyakarta, Pasar Pajak Melati di Medan, Pasar Gembong di Surabaya, dan Pasar Kodok di Bali.

3 dari 4 halaman

3. Sewa Baju

Ilustrasi pakaian
Ilustrasi pakaian. Sumber foto: unsplash.com/Priscilla Du Preez.

Tren yang satu ini cukup banyak dilakukan anak muda di Ibu Kota. Banyak dari mereka memilih menyewa pakaian daripada membeli baju baru. Salah satu bisnis ini dilakukan oleh Style Theory.

Anda hanya perlu membayar biaya berlangganan dalam satu bulan, tiga bulan, atau enam bulan. Lalu, pilih baju lewat aplikasi sebanyak tiga buah. Pakaian yang disewa sudah dicuci bersih. Pakaian bisa dipinjam selama mungkin selama masih dalam waktu berlangganan.

Bila Anda ingin meminjam lagi, tinggal kembalikan baju yang dipinjam. Tak perlu dicuci karena biaya berlangganan sudah termasuk biaya perawatan. Pinjam lagi dan nikmati berganti baju tanpa harus memenuhkan lemari Anda. (Fairuz Fildzah)

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Melihat Hijaunya Yulin, Kota Hutan di China