Studi: Menangisi Mantan Ternyata Bisa Turunkan Berat Badan

Oleh Vinsensia Dianawanti pada 09 Mei 2019, 05:05 WIB
Diperbarui 11 Mei 2019, 03:13 WIB
Ilustrasi relationship

Liputan6.com, Jakarta - Sempat punya memori menyenangkan, di akhir perjalanan, tak jarang pasangan harus menelan pil pahit perpisahan. Sedih yang merundung karena putus cinta bisa diekspresikan dengan berbagai cara, tak terkecuali menangis.

Di samping memberi rasa lega, dirangkumkan Fimela.com dari Bright Side, membiarkan emosi keluar dengan cara menangis ternyata bisa menurunkan berat badan. Pasal, menahan emosi terlalu banyak bakal membuat stres dan berujung pada makan lebih banyak.

Secara fisik, orang tidak akan berjuang menggerakkan tubuh ketika emosi. Mereka justru duduk dalam kemarahan dan frustasi. Akibatnya, tubuh berpikir bahwa sejumlah kalori telah digunakan untuk mengatasi stres sehingga perlu diisi dengan makanan.

Sementara, para ilmuwan telah menemukan bahwa air mata emosional mengandung hormon yang menekan kadar kortisol. Semua kandungan di dalamnya diproduksi ketika berada di bawah banyak tekanan.

Ketika menangis, hormon ini akan dilepaskan dan kadar kortisol jadi berkurang. Akhirnya, tubuh akan mendapat sinyal tidak harus mempertahankan lemak karena situasi yang penuh tekanan sudah berakhir.

2 dari 3 halaman

Hanya Air Mata Emosional

Ilustrasi relationship
Ilustrasi Relationship. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Perlu diingat bahwa hanya air mata karena emosi berlebihan yang berpotensi menurunkan berat badan. Jadi, menangis ketika memotong bawang tidak akan memiliki efek apapun terhadap penurunan berat badan karena hormon yang dikeluarkan berbeda.

Jika hubungan yang dijalani berakhir dan mengalami masa-masa sulit, cobalah untuk benar-benar mengakhiri semuanya. Sesi menangis yang baik jadi metode paling efektif untuk menenangkan pikiran dan memulai awal baru dalam hidup .

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓