Lelang Karpet Karya Desainer, IKEA Bantu Revitalisasi Museum di Jakarta

Oleh Asnida Riani pada 06 Mei 2019, 19:01 WIB
Diperbarui 06 Mei 2019, 20:16 WIB
IKEA Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - IKEA Indonesia telah melaksanakan lelang koleksi terbatas IKEA Art Event 2019 berupa karpet desain kontemporer karya delapan desainer di ajang satu dekade CASA Indonesia 2019. Hasil lelang digunakan untuk merevitalisasai museum di Jakarta.

Delapan koleksi karpet terbatas yang dimaksud memadukan seni rajut, kerajinan karpet, avant-garde fashion, street culture, dan desain modern. Mereka adalah hasil tangan bertalenta desainer kenamaan  Virgil Abloh, Chiaozza, Craig Green, Misaki Kawai, Seulgi Lee, Noah Lyon, Filip Pagowski, dan Supakitch.

Pelelangan sendiri telah dilakukan pada 2-5 Mei 2019 di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta dan mengumpulkan dana senilai Rp 859,250 juta. Keseluruhannya akan didonasikan pada Yayasan Mitra Museum Jakarta.   

“IKEA mengucapkan terima kasih pada para peserta lelang IKEA Art Event 2019. Kami tidak menyangka antusiasme masyarakat Indonesia terhadap koleksi terbatas ini begitu besar dan mereka dengan senang hati berpartisipasi dalam lelang tersebut,” kata Country Marketing Manager IKEA Indonesia Eliza Fazia lewat keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Senin (6/5/2019).

Museum yang masuk jadwal revitalisasi dari dana lelang koleksi terbatas IKEA Art Event 2019 adalah Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua. Pemugaran ini bakal dilakukan mulai dari infrastruktur hingga konten kuratorial.

2 of 3

Mengenal IKEA Art Event

IKEA Indonesia
Eliza Fazia, Country Marketing Manager IKEA (kanan) dan salah seorang donator live auction karpet karya Virgil Abloh pada IKEA Art Event 2019. (dok. IKEA Indonesia)

Setiap tahun sejak 2014, IKEA Art Event bekerja dengan artis-artis kontemporer dari seluruh belahan dunia untuk menciptakan karya seni yang dapat menghidupkan rumah siapapun.

Sejalan dengan visi IKEA, yakni menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, proyek ini terkesan sangat natural. Pihak IKEA berharap, adanya desain yang bagus sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari membuat anggapan karya seni bukan semata milik galeri atau museum hilang. 

Karya seni selayaknya dapat diakses dan terjangkau banyak orang. IKEA membuat koleksi seni karena percaya bahwa seni adalah bagian dari demokrasi. Sebagian orang memiliki persepsi bahwa seni hanyalah tentang seni lukis dengan cat minyak atau seni pahat. Namun IKEA percaya bahwa karya seni dapat diterapkan pada karpet.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓