Fatime Gashi, Pengungsi Muslim yang Taklukkan Ajang Kecantikan di Inggris

Oleh Henry Hens pada 24 Apr 2019, 08:04 WIB
Fatime Gashi

Liputan6.com, Jakarta - Saat seorang bayi perempuan lahir di kemah pengungsian, mungkin sedikit yang menyangka kalau ia akan menjadi seorang dokter dan menjuarai kontes kecantikan. Faktanya, hal itu terjadi pada Fatime Gashi, seorang perempuan muslim yang berprestasi dan inspiratif.

Ia lahir di Kosovo pada 1997. Saat itu, Kosovo masih menjadi bagian dari Yugoslvia sebelum memisahkan diri dan jadi negara merdeka.

Peperangan membuat Fatime pernah merasakan jadi pengungsi.  Pada 1999, dia dibawa pergi dari Kosovo bersama keluarganya dan menjadi pengungsi di Manchester, Inggris.

Dilansir dari laman Daily Mail, Selasa, 23 April 2019, Fatime mengaku tak merasa terhina jika disebut pengungsi.  Hal itu justru jadi pengalaman berharga yang membuatnya merasa lebih kuat dan berani dalam menjalani kehidupan.

Tak hanya orangtuanya yang berhasil merintis kehidupan baru di Inggris, sang anak pun juga punya karier cemerlang. Karier dan kehidupan Fatime termasuk sukses dan membanggakan.

2 of 3

Miss Manchester 2018

Fatime Gashi
Pernah jadi pengungsi, Fatime Gashi kini jadi dokter dan ratu kecantikan. (dok.Instagram @fatsks/https://www.instagram.com/p/Bj5UQTUgNRT/Henry

Berkiprah sebagai model, ia mampu membuat orangtuanya bangga dengan beragam prestasi. Salah satunya adalah terpilih sebagai pemenang pertama Miss Manchester 2018.

Tak hanya di bidang model, Fatime juga sukses dalam pendidikan. Ia baru saja dinyatakan lulus sebagai dokter di bidang ilmu biomedis. Fatime mengaku sudah sejak kecil ingin menjadi dokter karena ingin lebih bermanfaat bagi banyak orang.

Fatime kini bekerja di Skin HQ, sebuah klinik kecantikan di Manchester. Selain bekerja, ia berencana untuk untuk kuliah lagi dan mendapatkan gelar doktor untuk penyakit kulit. Cantik, pintar dan berprestasi membuat cerita kehidupan Fatime Gashi sangat menarik dan inspiratif.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓