Berapa Lama Sebenarnya Telur Bisa Disimpan Sebelum Dimasak?

Oleh Putu Elmira pada 01 Apr 2019, 05:00 WIB
Diperbarui 03 Apr 2019, 03:13 WIB
Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur di Jakarta Naik 21 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Telur merupakan salah satu bahan makanan yang banyak dikonsumsi. Di samping harga yang ekonomis, pengolahan super mudah nan sederhana juga jadi alasan telur merupakan bahan andalan tak sedikit orang.

Karenanya, telur sering kali dibeli dalam jumlah cukup banyak untuk kemudian disimpan lebih dulu sebelum diolah. Terbilang tahan lama, telur nyatanya bisa disimpan selama satu tahun dan tetap bisa dikonsumsi. Tapi, ada trik untuk membuatnya bisa bertahan sebegitu lama.

Dilansir dari Pop Sugar, Rabu, 27 Maret 2019, telur mentah biasanya bertahan hingga tiga minggu dari tanggal pembelian dan tahan selama empat sampai lima minggu dari tanggal yang tertera dalam kemasan jika ditaruh di kulkas.

Telur rebus dan telur yang dipecahkan dari cangkang tak lagi memiliki masa sebegitu lama. Cangkang telur memiliki pori dan lapisan tipis minyak mineral yang menutupi, juga melindungi telur. Merebus dan mencuci telur menghilangkan lapisan tersebut dan membuatnya rentan terhadap bakteri.

Telur rebus yang telah dikupas harus dimakan dalam satu hari. Telur mentah yang dipecahkan harus dimakan dalam waktu dua hari. Putih telur yang dipisahkan dari kuningnya dapat bertahan hingga empat hari, sedangkan kuning telur hanya bertahan dua hari.

Cara mudah untuk menentukan telur segar dan tidak ialah cukup siapkan air dalam wadah tinggi yang diisi air. Bila telur tenggelam, berarti telur masih segar. Telur yang mengambang menandakan telur sudah tidak segar.

Bila Anda ingin memanjangkan umur telur, masukan telur ke dalam freezer. Telur utuh, kuning telur, dan putih telur yang beku dapat bertahan hingga satu tahun.

Jangan kaget, kuning telur akan menebal saat dibekukan. Cara yang dapat dilakukan untuk membuatnya cair kembali adalah dengan mengocok telur bersama 1/8 sdt garam atau satu 1/2 sdt gula untuk empat kuning telur. Bila Anda menemukan perbedaan tekstur, itu sangat wajar dan telur masih tetap bisa dikonsumsi. (Fairuz Fildzah)

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tag Terkait