5 Cara Mencegah Rambut Rontok, Salah Satunya Perlu Mengendalikan Stres

Oleh Nisa Mutia Sari pada 21 Mar 2019, 12:00 WIB
Diperbarui 19 Sep 2019, 15:20 WIB
Rambut Rontok Berlebih, Inilah 6 Penyebab Tersering (Dmitry A/Shutterstock)

Liputan6.com, Jakarta Rambut hampir dimiliki oleh manusia dan hewan. Namun, rambut pada manusia memiliki fungsi untuk melindungi kulit kepala dari sengatan matahari dan hawa dingin. Rambut identik sebagai mahkota bagi wanita, namun pria pun juga. Nah, sebagai pelindung kulit kepala, ternyata ada beberapa masalah yang dapat memunculkan kerusakan pada rambut. Salah satu kerusakan atau masalah pada rambut ini adalah rambut rontok.

Ya, rambut rontok menjadi salah satu masalah kecantikan yang sering kali meresahkan para kaum pria dan wanita. Bagaimana tidak, rambut rontok ini biasanya akan mengakibatkan rambut menjadi tipis bahkan berakhir pada kebotakan. Hal ini membuat rasa percaya diri baik pada pria maupun wanita bisa menurun gara-gara hal ini.

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan rambut kita bisa rontok? Kondinya yang sangat mengganggu ini, khususnya bagi penampilan, tak jarang orang rela melakukan berbagai cara agar rambutnya kembali pada kondisi normal. Sebelum Anda melakukan beberapa pencegahan dan mengatasinya dengan cara yang malah merugikan, sebaiknya Anda perlu mengetahui dulu lebih dalam tentang apa rambut rontok, penyebab, dan cara mencegahnya yang baik dan benar.

Kali ini Liputan6.com, Kamis (21/3/2019) telah menyiapkan beberapa pembahasan terkait kondisi rambut rontok ini. Dirangkum dari berbagai sumber, ini hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk seputar rambut rontok, salah satunya adalah cara mencegah rambut rontok.

2 dari 5 halaman

Mengenal Rambut Rontok

Rambut Rontok? Atasi dengan 3 Tips Alami Ini
Ilustrasi rambut rontok

Rambut rontok merupakan kondisi umum yang biasa terjadi pada semua orang. Di dalam dunia medis, rambut rontok disebut dengan alopesia. Karena merupakan kondisi umum yang biasa terjadi pada semua orang, maka penyebab kerontokan ini terkadang dianggap kondisi yang normal, bila jumlah helai rontoknya tidak dari 100 helai per hari.

Namun kerontokan pada rambut kepala bisa dianggap menjadi masalah, bila jumlahnya sudah lebih dari 100 helai per hari dan tak terkendali. Sebab rambut rontok yang tak terkendali ini merupakan awal dari kebotakan. Kalau kondisi kerontokan pada rambut Anda sudah sangat mengganggu dan melebihi pada batas wajar, Anda perlu mengkonsultasikannya pada dokter untuk mendapatkan penanganan segera.

3 dari 5 halaman

Diagnosis Rambut Rontok

Kenapa Rambut Rontok Berlebih Meski Masih Remaja? (InezBazdar/Shutterstock)
Kenapa Rambut Rontok Berlebih Meski Masih Remaja? (InezBazdar/Shutterstock)

Diagnosis pada rambut rontok akan dilakukan dengan pemeriksaan kulit kepala. Ada beberapa cara untuk menggolongkan jenis kerontokan rambut ini. Ya, cara yang paling mudah adalah dengan membedakan area rambut yang rontok. Berikut cara mudah mendiagnosis rambut rontok dilihat dari area di mana rambut rontok:

1. Rambut rontok sebagian

Hal ini umumnya terjadi karena beberapa hal, seperti:

- Alopesia areata, yaitu kebotakan terjadi dimulai dengan menyerupai area lingkaran kecil. Atau ada pula yang berbentuk seperti koin yang bisa diakibatkan oleh penyakit autoimun.

- Alopesia traksi, yaitu kerontokan yang menyebabkan rambut menipis karena efek terlalu sering atau terlalu kuat mengikat atau menguncir ekor kuda atau kepang.

- Trichotillomanis, biasanya disebabkan karena kebiasaan memutar atau menarik rambut.

- Tinea capitis, yaitu kerontokan karena infeksi jamur.

- Sifilis sekunder.

2. Rambut rontok banyak

Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

- Alopesia pola, merupakan pola bentuk M pada pria dan penipisan pada wanita.

- Alopesia karena obat.

- Kurangnya nutrisi atau malnutrisi protein.

- Alopesia karena penyakit sistemik seperti kanker, penyakit endokrin, dan gangguan kesehatan lainnya.

- Telogen effluvium, merupakan kerontokan cepat yang biasanya terjadi saat setelah melahirkan, demam, penurunan berat badan yang drastic, stress, dan sejenisnya.

Selain dengan mengeceknya sendiri, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab utama masalah kerontokan tersebut. Tes ini bisa dilakukan secara menyeluruh, meliputi tes darah untuk memeriksa kadar Hb, zat besi, vitamin B, fungsi kelenjar tiroid, hingga biopso kulit kepala.

4 dari 5 halaman

Penyebab Bisa Terjadinya Rontok Rambut

Ternyata ada beberapa penyebab yang bisa menimbulkan rambut menjadi rontok. Baik itu terjadi karena fisik maupun emosional, seperti:

- Penuaan

- Riwayat keluarga

- Stress

- Perubahan hormonal seperti hamil, pubertas, dan menopause

- Kadar vitamin yang rendah- Kekurangan protein akibat diet ketat

- Penyakit tiroid, diabetes, dan sindrom down

- Anemia yang diakibatkan karena kekuranga zat besi

- Penyakit autoimun seperti alopesia areata- Kemoterapi

Cara Mencegah Rambut Rontok

Kondisi rambut rontok ini memang sangat tidak diinginkan. Namun memang kondisi rambut rontok ini disebabkan karena beberapa faktor di atas. Tak perlu takut atau khawatir, Anda bisa mencegah kerontokan rambut ini. Berikut cara mencegah rambut rontok yang bisa Anda terapkan:

- Menggunakan shampo yang menutrisi

Rambut dan kulit kepala yang terpenuhi kebutuhan nutrisinya adalah salah satu faktor yang dapat mencegah kerontokan rambut. Oleh karena itu, kamu membutuhkan sampo yang mampu menutrisi rambut dan kulit kepala secara menyeluruh. Andalkan saja PANTENE Shampo Perawatan Rambut Rontok untuk penggunaanmu sehari-hari.

 

Presented by Pantene
Presented by Pantene.

PANTENE Shampo Perawatan Rambut Rontok memiliki kandungan Pro-Vitamin serta teknologi Keratin Damage Blockers yang menutrisi rambut dan kulit kepala, juga  membantu mencegah rambut patah akibat kerusakan. Sehingga rambut rontok berkurang hingga 98 persen bila digunakan secara rutin.

- Perlunya melakukan perawatan rambut dengan baik, seperti pemberian vitamin rambut

- Mencuci rambut dan selalu jaga kebersihan rabut dengan rutin

- Cukupi asupan nutrisi untuk rambut dengan baik dan seimbang

- Pengendalian stress dengan baik

- Pengobatan terhadap masalah medis penyebab kerontokan rambut

5 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Rambut Rontok dengan Menggunakan Bahan Alami

Bawang putih (Foto: iStockphoto)
Bawang putih (Foto: iStockphoto)

Kalau Anda sudah mendapati kondisi rambut rontok ini, Anda tetap masih bisa untuk mengatasinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, baik itu dengan cara alami hingga melakukan perawatan mahal. Agar Anda tetap merasa aman untuk mendapatkan rambut normal kembali, Anda bisa menggunakan bahan alami untuk mengatasinya.

Cara ini sudah pastinya aman, karena berasal dari bahan-bahan alami yang memiliki banyak manfaat. Tak hanya aman, cara menggunakannya juga sangat mudah. Berikut cara mengatasi rambut rontok dengan cara alami:

1. Bawang Merah atau Bawang Putih

Anda bisa mengatasi rambut rontok ini dengan menggunakan bawang merah maupun bawang putih. Cukup dengan menggosok kulit kepala dengan saripati alami dari bawang. Untuk mendapatkan saripati ini Anda bisa blender bawang hingga lembut tanpa menggunakan air.

Saat sudah benar-benar lembut, oleskan saripati tersebut pada kepala Anda. Diamkan sekitar 30 menit atau saat bangun tidur di pagi hari. Setelah menggunakannya, bilas hingga bersih.

2. Jahe

Sama seperti cara pada bawang tadi. Cukup blender jahe hingga lembut tanpa menggunakan air. Kalau sudah benar-benar lembut, Anda bisa mengoleskannya di kepala. Diamkan sekitar 30 menit atau biarkan semalamam dan pada pagi harinya dibilas sampai bersih.

3. Telur

Menjadikan telur sebagai masker merupakan salah satu solusi alami bagi rambut rontok. Telur yang mengandung protein ini membuat rambut Anda akan mengalami pertumbuhan. Soalnya, komponen rambut kita terdiri dari 70 persen protein keratin, sehingga tak heran kalau telur dapat membantu menyembuhkan kerusakannya.

Cara menggunakan telur sebagai masker ini cukup dengan campurkan satu telur dan satu sendok makan minyak zaitun ke dalam mangkuk. Setelah mencuci rambut dengan shampoo, oleskan masker telur ini di rambut yang basah. Kemudian tutup dengan topi mandi, setidaknya selama sepuluh menit. Kalau sudah benar-benar meresap, bilas dan bersihkan dengan kondisioner.

Lanjutkan Membaca ↓