Membahas Rencana Penetapan Hari Tenun Nasional Bersama Ketua DPR

Oleh Liputan6.com pada 14 Mar 2019, 00:27 WIB
Bambang Soesatyo dan Anna Mariana.

Liputan6.com, Jakarta - Usaha untuk melahirkan peringatan Hari Tenun Nasional masih terus dilakukan. Yang terbaru adalah dengan bertemu Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Ia menerima kunjungan Komunitas Tekstil Tradisional Indonesia di ruang kerjanya di Gedung DPR RI Jl Gatot Soebroto Jakarta, Selasa, 13 Maret 2019.

Pertemuan yang dipimpin oleh Anna Mariana (Pendiri, Dewan Pakar dan Pembina), dihadiri pula oleh Hajah Musdalifah (Dewan Pembina) dan Herlina (Bendahara). Apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut?

"Kami melakukan koordinasi dan sekaligus melaporkan progres dari rencana pengajuan usulan penetapan adanya Hari Tenun Nasional, di mana Keppresnya sudah dibuat dan tinggal ditandatangani Pak Jokowi," terang Anna Mariana dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

Anna menyebut tanggal 7 September sudah disepakati dalam Keppres sebagai usulan untuk tanggal peringatan Hari Tenun Nasional (HTN). Dalam kunjungan ini, Anna juga mengundang Ketua DPR RI untuk hadir dalam acara Festival Tenun dan Pencanangan HTN yang rencananya akan diselenggarakan pada 24 Maret 2019.

"Semoga tidak ada perubahan jadwal, karena kami menyesuaikan jadwal ini dengan waktu Pak Jokowi beserta Ibu Iriana yang rencananya akan hadir," ungkap Anna.

Bamsoet sendiri mengatakan akan menyempatkan diri untuk hadir dan bersedia mengenakan kain tenun khas Bali yang sengaja didesain khusus oleh Anna Mariana dan diserahkannya dalam pertemuan itu.

Soal penetapan Hari Tenun Nasional, menurut Bambsoet, hal ini menjadi terasa penting, “Ini bisa jadi momentum untuk menggerakkan kegiatan tenun tradisional dan industri tenun serta melestarikan, sekaligus mengembangkan tenun tradisional di seluruh Indonesia,” ucapnya.

2 of 2

Menaungi Para Pengrajin

Bambang Soesatyo dan Anna Mariana.
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) dengan desainer Anna Mariana. foto: istimewa

Ketua DPR RI ini berpendapat, jika nanti HTN sudah diresmikan Pemerintah, maka harus diikuti dengan gerakan, wajib menggunakan busana tenun di hari kerja, mulai dari instansi pemerintah maupun swasta, seluruh sekolah negeri maupun swasta.

"Tenun layak diperlakukan seperti kita mengenakan dan memposisikan Batik," tukas pria yang juga menjadi Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia.

Bamsoet juga menandaskan, setelah penetapan HTN, pihaknya bersama dengan KTTI, perlu terus mendukung perkembangan pembinaan pengrajin tenun Indonesia agar berkembang lebih lebih banyak sekaligus dapat meningkatkan produksi.

Menurut Anna Mariana, harapan Ketua DPR RI tersebut senada dengan gerakan dan harapan KTTI bersama Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara juga Asosiasi Pengrajin Tenun Indonesia yang didirikan Anna untuk menaungi para pengrajin.

Misi mereka adalah mendukung program pemerintah dalam mengurangi pengangguran melalui peningakatan produksi industri ekonomi kreatif dan pemberdayaan, pembinaan pengrajin tenun tradisional Indonesia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓