Tiga Alasan Mengapa Berikan Tip Untuk Pengemudi Online Decacorn

Oleh stella maris pada 13 Mar 2019, 13:17 WIB
Grab

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran transportasi online decacorn menjadi solusi efekfif bagi masyarakat yang butuh akselerasi dan kenyamanan. Mau transportasi online mobil, motor, atau taksi sekalipun, ada baiknya sebagai penumpang memberikan kesan yang berbeda.

Salah satunya memberikan tip. Ya, tip sebenarnya memang bukan kewajiban penumpang kepada pengemudi. Namun ada tiga alasan yang melandasi mengapa kamu memberikan tip pada berikut ini:

1. Tertawa

Pernahkah kamu mendapati pengemudi yang sering bercanda? Candaannya tentu membuatmu tersenyum dan tertawa. Nah pengemudi yang seperti ini ada baiknya kamu berikan tip perjalanan. Dia pasti senang dengan tip yang diterimanya.

2. Membawakan Barang

Belum naik ke kendaraanmu, tapi sang pengemudi sudah menawarkan bantuannya untuk membantu membawa barangmu, seperti koper, tas, atau bahkan barang belanjaan sekalipun. Jika mendapati pengemudi seperti ini, kamu bisa memberikan tip padanya.

3. Bentuk Menghargai

Memberikan tip menjadi bentuk menghargai pekerjaan pengemudi. Terkadang memberikan tip tak perlu dua alasan di atas. Mungkin saja, kamu melihat pengemudi dari sisi lain. Misalnya, dia tetap mengambil pesananmu di tengah hujan.

Dari ketiga hal di atas, sekarang kamu juga enggak perlu khawatir dalam memberikan tip. Tip pada pengemudi Grab sebagai startup decacorn misalnya. Kamu bisa memberikan tip tanpa repot dan tanpa tunai.

Tinggal pilih jumlah yang telah ditetapkan untuk tip. Jumlah tersebut akan dibebankan langsung ke metode pembayaran pilihanmu. Oh ya, kalau lupa memberikan tip usai menyelesaikan perjalanan, tak masalah.

Itu karena kamu punya waktu hingga 72 jam setelah perjalanan selesai, untuk memberi nilai dan tip kepada pengemudi di riwayat perjalanan.

Untuk diketahui kenyamanan yang diberikan untuk penumpang dan pengemudi ini merupakan bentuk keseimbangan Grab sebagai startup decacorn dalam melayani. Tapi apa itu decacorn?

Decacorn merupakan istilah untuk perusahaan rintisan yang memiliki valuasi sebesar USD10 miliar atau setara dengan Rp140 triliun.

Valuasi tersebut menjadi jumlah atau nilai perusahaan untuk investor yang akan menanamkan modal di perusahaan rintisan tersebut.

Dengan kata lain, kalau ada investor yang mau menanamkan saham di Grab, dia harus memiliki dana atau modal sebesar Rp140 triliun.

Pencapaian Grab sebagai startup decacorn ini merupakan kerja keras selama diluncurkan pada 2012. Grab kini bahkan sudah tersebar di delapan negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Myanmar, Vietnam, dan Kamboja.

Layanan Grab sebagai online-to-offline (O2O) mobile platform bahkan kini sudah mencapai tiga miliar kilometer perjalanan se-Asia Tenggara.

 

 

(Adv)