Malam Seni dan Budaya Tampilkan Keragaman Bakat Finalis Puteri Indonesia 2019

Oleh Asnida Riani pada 06 Mar 2019, 17:45 WIB
Diperbarui 06 Mar 2019, 17:45 WIB
Malam Seni dan Budaya Puteri Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Ajang Puteri Indonesia selalu menampilkan kecantikan para finalisnya. Tak hanya kecantikan, mereka juga diberikan wawasan mengenai sosial selama masa karantina yang dijalani. Selain kedua hal tersebut, finalis Puteri Indonesia juga menyimpan bakat dalam diri mereka.

Para finalis mendapatkan kesempatan untuk menampilkan kebolehan mereka dalam acara Malam Seni dan Budaya, Senin malam, 4 Maret 2019, di Gandaria City, Jakarta Selatan. Penampilan mereka tersebut merupakan salah satu dari rangkaian masa karantina Puteri Indonesia 2019.

Mereka akan mewakili daerahnya masing-masing untuk menunjukkan bakanya. Selain itu, finalis Puteri Indonesia 2019 akan berkolaborasi dengan promosi seni dan budaya daerahnya. Gelar Puteri Indonesia Berbakat 2019 akan diperebutkan melalui acara ini.

Menurut laman resminya puteri-indonesia.com, acara Malam Seni dan Budaya ini bertujuan menampilkan keberagaman budaya Indonesia yang menjadi identitas bangsa kita di mata dunia. Karena itulah, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang unik. Warganya bisa hidup rukun di tengah beragamnya budaya dalam satu negara.

Untuk memperoleh pemegang gelar Puteri Indonesia Berbakat 2019, acara ini memiliki proses penjurian. Proses tersebut akan membawa tiga nama untuk nominasi pemenang Puteri Indonesia Berbakat. Pemenangnya akan diumumkan pada grand final Puteri Indonesia 2019 pada 8 Maret mendatang di Jakarta Convention Center (JCC).

Putri Kus Wisnu Wardani, Presiden Direktur PT Mustika Ratu sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI) turut serta dalam penilaian tersebut. "Ajang unjuk bakat ini dibuat untuk menanamkan kecintaan remaja Indonesia terhadap budaya bangsa yang beragam," jelasnya. Selain itu, acara ini bisa melestarikan nilai seni dan budaya warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

Wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya ini juga menilai manfaat acara ini dari segi pariwisata. "Kesenian tradisional yang berbasis budaya bisa dikembangkan di tingkat nasional maupun internasional," lanjutnya.

Malam Seni dan Budaya dipandu oleh Farhanisa, Puteri Indonesia Favorite Sumatera 2016 dan Dea Rizkita, Puteri Indonesia Perdamaian 2017. Sejumlah 39 finalis akan menampilkan bakatnya, seperti menyanyi, menari, teater musikal, melukis, bahkan membawakan penampilan musik Betawi.

Selain penampilan bakat, finalis Puteri Indonesia akan menunjukkan busana tradisional daerahnya. Penampilan tersebut menandai berakhirnya acara Malam Seni dan Budaya 2019 tersebut. (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan berikut ini: