Cerita Gamelan Pengiring Umat Beribadah di Gereja Kristen Jawa Tanjung Priok

Oleh Putu Elmira pada 18 Jan 2019, 04:02 WIB
Diperbarui 18 Jan 2019, 04:02 WIB
Pemain Gamelan
Perbesar
Para pemain gamelan mengiringi lagu daerah kala kunjungan tur Wisata Bhineka di GKJ Tanjung Priok. (dok. Liputan6.com/Esther Novita Inochi)

Liputan6.com, Jakarta - Bangunan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Tanjung Priok yang terletak di Kawasan Cilincing terlihat sederhana. Sekilas, kita bisa melihat gedungnya pun sama seperti gereja pada umumnya.

Namun, ada yang menarik ketika kita melihat ke dalam gereja yang dibuka sejak 1970 ini. Ada seperangkat alat musik gamelan yang terletak di bagian kiri depan ruang ibadah GKJ Cilincing. Padahal, dua alat musik keyboard sudah terpasang di dekat altar gereja.

"Karena ini Gereja Kristen Jawa, kental dengan etnis Jawa, kami memakai alat musik gamelan sebagai musik pengiringnya," ucap Ibu Sukrasni, salah seorang majelis GKJ Tanjung Priok kala ditemui di GKJ pada Rabu, 16 Januari 2019.

Gamelan ini tidak digunakan setiap minggunya, hanya untuk kebaktian berbahasa Jawa yang diadakan di minggu ketiga setiap bulannya. Untuk pakaiannya, mereka biasa memakai batik kala mengiringi musik saat beribadah. Tak hanya ibadah minggu, gamelan ini juga dipakai pada saat acara besar, seperti Natal dan Paskah.

Ternyata, budaya memainkan gamelan ini tidak sekedar menjadi tradisi mingguan saja. Malahan, tradisi ini justru menjadi ajang kompetisi antar-klasis GKJ.

"Ada kompetisi gamelan yang diadakan setiap dua tahun sekali antar-klasis," jelas Bu Sukrasni. Di saat inilah, semua orang wajib mengenakan pakaian adat Jawai.

Gamelan ini mulai dipakai sejak 1990, 20 tahun sejak GKJ Tanjung Priok berdiri. Pemain gamelannya juga tidak melulu diisi oleh orang tua, namun juga para remaja yang berkeinginan untuk bergabung sebagai pemain gamelan.

"Kalau mereka mau bergabung, tidak ada masa training khusus untuk belajar gamelan, mereka belajar bersama-sama," ucap Sukrasni.

 

2 dari 2 halaman

Kelas Gamelan

Tidak hanya ibadah umum, gamelan juga mulai dikenalkan kepada anak-anak. Pendeta Wisnu Tri Handayani yang melayani di GKJ Tanjung Priok bercerita kepada Liputan6.com mengenai ibadah anak.

"Ibadah anak setiap minggunya memang tidak pakai gamelan, tapi ketika acara perayaan Natal anak-anaknya tampil main gamelan," ucap Wisnu.

Acara Natal tahun 2018 kemarin, sambungnya, anak-anak sekolah minggu tersebut membawakan lagu daerah menggunakan ansambel gamelan. Pakaian yang dikenakan pun ada pakaian adat Jawa, seperti mengenakan baju kurung.

Wisnu menjelaskan bahwa tidak hanya gamelan yang dikenalkan, alat musik tradisional lainnya pun ada. "Kita juga punya angklung, gondang, dan kolintang," tuturnya. (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓