Teka-teki Legiman, Pengemis di Pati yang Mengaku Punya Aset Miliaran Rupiah

pada 16 Jan 2019, 14:45 WIB
Diperbarui 16 Jan 2019, 14:45 WIB
Legiman, Pengemis di Pati yang Mengaku Punya Aset Miliaran Rupiah

Pati - Seorang pengemis bernama Legiman alias Lek Man Ceker terjaring razia satpol PP di Kota Pati, Sabtu, 12 Januari 2019 malam. Sosoknya seketika viral di dunia maya setelah Legiman diketahui mengantongi buku tabungan dan kartu ATM bernilai mengejutkan.

Dilansir JawaPos.com, saldo di rekening Legiman sebesar Rp 900 juta. Tak hanya itu, ia juga mempunyai rumah senilai Rp 250 juta, tanah seharga Rp 275 juta yang ia klaim berada di Desa Ngawen. Total uang dan asetnya mencapai Rp 1,425 miliar.

Jawa Pos Radar Kudus mencoba menelusuri pengakuan Legiman. Salah seorang warga, Pujianto, menyebut desa tempat tinggalnya tak terlalu besar dan umumnya warga desa saling mengenal atau setidaknya tahu walau tak akrab.

"Wajahnya sih mirip orang yang saya kenal, namun tidak cacat. Ini orangnya cacat, tangannya tidak sempurna," jelasnya di sebuah warung kopi di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Pati, Jawa Tengah, Senin, 14 Januari 2019.

Penelusuran lain dilakukan dengan menemui Kepala Desa Ngawen Sunarto. "Itu bukan warga saya," katanya ketika foto Legiman diperlihatkan.

Sebelumnya, Legiman terjaring razia dengan tiga pengemis lain di daerah Lawet dan Puri. Semuanya mengaku dapat membawa pulang uang rata-rata Rp 100 ribu sekali operasi.

"Kami juga temukan, ada yang sudah mengantongi uang receh Rp 685 ribu. Itu katanya sepi," jelas Imam Rifai, sekretaris yang mewakili Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Hadi Santoso kepada Jawa Pos Radar Kudus.

2 dari 2 halaman

Terkenal Ngoyo

Ilustrasi Mengemis
Ilustrasi mengemis (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Para pengemis yang diamankan lalu dijemput keluarga masing-masing dengan jaminan surat pernyataan tak akan mengulangi perbuatan tersebut. Data yang tercatat di Satpol PP hanya sebatas nama Legiman dan alamat di Desa Ngawen.

Ketika diinterogasi, Legiman mengakui tak membawa kartu identitas. Maka itu, penelusuran kembali dilakukan ke tempat Legiman biasa mangkal yakni perempatan Puri depan GOR Pesantenan, Pati, tetapi ia tak terlihat.

"Sabtu pagi biasanya memang di sini. Daerahnya banyak, selain di sini, juga ke pasar-pasar," kata seorang pengemis di depan GOR Pesantenan yang enggan disebutkan namanya.

Pencarian berlanjut di Pasar Rogowongsong, tetapi hasilnya nihil. "Kalau ngemis, dia memang terkenal ngoyo. Pendapatannya banyak, tasnya juga selalu penuh," kata pengemis di depan GOR Pesantenan.

Imam menambahkan, hanya Legiman yang mengaku warga Pati, sedangkan tiga pengemis lainnya berasal dari luar Kabupaten Pati. Ia menduga, bagi mereka, mengemis adalah pekerjaan "profesional".

"Kami tambah yakin saat menggelar razia tempat kos. Ada tempat kos yang diakui sang pemilik memang menjadi kantong para pengemis dan pengamen yang beroperasi di wilayah Pati," tambahnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓