Jadi Anggota Kongres AS, Rashida Tlaib Dilantik Menggunakan Alquran

Oleh Liputan6.com pada 04 Jan 2019, 15:30 WIB
Diperbarui 05 Jan 2019, 07:16 WIB
Rashida Tlaib

Washington - Rashida Tlaib memang baru terpilih menjadi anggota Kongres AS dan diambil sumpahnya di Majelis Permusyawaratan Rakyat AS pada Kamis, 3 Januari 2019. Meski begitu, ia sudah cukup lama menarik banyak perhatian, terutama karena tampil mengenakan pakaian tradisional Palestina, "Thobe".

Saat mengumumkan di Instagram pada bulan lalu bahwa ia akan mengenakan pakaian tersebut, yang dikenal dengan nama dishdasha di Kuwait atau kandura di Uni Emirat Arab, Susan Muaddi Darraj --penulis fiksi dari Baltimore, Maryland-- memperkenalkan tagar #TweetYourThobe.

Tagar itu menjadi viral di Twitter setelah sejumlah foto dan video di media sosial memperlihatkan Tlaib sedang berjalan di sekitar gedung Kongres dengan mengenakan pakaian tradisional tersebut.

Dilansir Antara, Jumat (4/1/2019), Thobe yang dikenakan Tlaib menampilkan ornamen, sulaman tangan yang dikenal dengan nama "tatreez". Sulaman tersebut adalah kesenian rakyat yang sudah dipraktikkan oleh perempuan Palestina selama berabad-abad, menurut The Institute for Middle East Understanding.

Lembaga pendidikan itu menyatakan kaum ibu dan nenek dulu biasa melukiskan rancangan dengan bermacam motif dan warna yang berhubungan dengan bermacam desa dan kota kecil Palestina. Wanita anggota Kongres AS tersebut menulis di Majalah Elle bahwa ia tumbuh sambil menyaksikan ibunya dengan menggunakan tangan menyulam jenis pakaian itu.

"Ini adalah apa yang saya ingin bawa ke Kongres Amerika Serikat, pertunjukan tanpa penyesalan tentang rajutan rakyat di negeri ini," ucapnya, dilansir dari Kantor Berita Anadolu.

Rashida Tlaib menjadi perempuan pertama Palestina yang terpilih ke Kongres AS. Bersama Ilhan Omar dari Minnesota, mereka menjadi sebagai dua perempuan muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Dewan Legislatif AS.

2 dari 2 halaman

Ilhan Omar Kenakan Hijab

Ilhan Omar
Ilhan Omar adalah anggota terpilih untuk Kongres Amerika Serikat yang mewakili Minnesota. Dia adalah seorang mantan pengungsi dari Somalia dan beragama Muslim. (AP)

Kedua perempuan anggota Kongres tersebut diambil sumpah jabatan mereka dengan menggunakan Alquran; Tlaib menggunakan mushaf pribadinya sedangkan Ilhan menggunakan Alquran kakeknya.

"Saat kecil, saya jadi penerjemah kakek saya dalam pengajian kami, dan beliau adalah orang pertama yang menyulut rasa tertarik saya pada politik," kata Ilhan Omar.

"Saya berharap ia bisa berada di sini menyaksikan saat bersejarah ini. Tapi kakek ada di sini di dalam jiwa saya sebab saya meletakkan di tangan saya Al-Quran miliknya untuk upacara pengambilan sumpah," sambungnya.

Ilhan Omar sendiri mengenaikan hijab saat upacara pengambilan sumpah. Ini jadi yang pertama buat Kongres karena sebelumnya mereka melarang setiap jenis penutup kepala.

Rashida Tlaib mulanya menjelaskan bahwa ia berencana untuk membawa mushaf Alquran yang mulanya dimiliki oleh Thomas Jefferson, presiden ketiga AS, saat pengambilan sumpahnya. Namun, kantornya mengkonfirmasi kepada Kantor Berita Anadolu bahwa Tlaib berubah pikiran dan memilih mushaf Alquran miliknya sendiri.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓