6 Detail Menarik Dhaup Ageng Putra Sulung Paku Alam X

Oleh Putu Elmira pada 05 Jan 2019, 03:00 WIB
Diperbarui 05 Jan 2019, 03:00 WIB
6 Fakta Dhaup Ageng Putra Sulung Paku Alam X

Liputan6.com, Jakarta - Putra sulung KGPAA Paku Alam X, Bendara Pangeran Harya (BPH) Kusumo Bimantoro siap mempersunting Maya Lakshita Noorya. Menurut keterangan yang dibagikan di akun Instagram Kadipaten Pakualaman Ngayugya, akad nikah digelar di Masjid Agung Pakualaman, Sabtu (5/1/2019), pukul 07.00-08.30 WIB.

Beragam persiapan telah dirampungkan untuk pernikahan agung Dhaup Ageng tersebut. Tak ketinggalan, ada juga serangkaian prosesi yang dijalani oleh kedua mempelai sebelum mengikat janji suci.

Sementara itu, deretan tamu kehormatan juga dijadwalkan akan turut hadir di Dhaup Ageng, termasuk Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), jajaran menteri, perwakilan negara sahabat serta duta besar.

Lantas, apa saja fakta-fakta di balik serangkaian prosesi pernikahan putra sulung Paku Alam X, Kusumo Bimantoro dan Maya Lakshita? Simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

1. Rangkaian Prosesi Sebelum Akad Nikah

Lampah-Lampah Pikrama Putra Dalam merupakan rangkaian Upacara Dhaup Ageng Putra Dalem Kusumo Bimantoro dan Maya Lakshita. Prosesi dimulai dengan Upacara Bucalan pada 24 Desember 2018, Wilujengan pada 26 Desember 2018, Nyekar Para Leluhur I, 27 Desember 2018, serta Nyekar Para Leluhur II, keesokan harinya.

Lalu, berlanjut pada Majang lan Pasang Tarub lan Tuwuhan, 2 Januari 2019, Nyantri dan Umul Donga Puja Hastungkara, 3 Januari 2019, Siraman Badhe Temanten Pawestri, Siraman Badhe Temanten Kakung, Tantingan Tumrap Badhe Temanten Pawestri sarta Midodareni juga Tantingan Tumrap Badhe Temanten Kakung sarta Midodareni pada 4 Januari 2019.

2. Upacara Akad Nikah

Akad nikah Kusumo Bimantoro dan Maya Lakshita Noorya dilaksanakan di Kagungan Dalem Masjid Agung Kadipaten Pakualaman pada Sabtu, 5 Januari 2019. Prosesi ini berlangsung mulai pukul 07.00-08.30 WIB.

Usai akad, masih ada beberapa rangkaian upacara lain yang meliputi Upacara Panggih Temanten, Upacara Tampa Kaya, dhadhar Klimah, lan Sungkeman, Pahargyan I, Pahargyan II pada Minggu, 6 Januari 2019. Pamitan jadi akhir dari upacara yang digelar Senin, 7 Januari 2019 di Pura Pakualaman.

2 dari 3 halaman

3. Menu Spesial di Dhaup Ageng

Lodeh Kluwih
Lodeh kluwih, salah satu menu spesial yang tersaji di Dhaup Ageng putra Paku Alam X. (dok. Instagram @moelih.ndeso/https://www.instagram.com/p/BpVj2VrAsAv/Dinny Mutiah)

Panitia pernikahan menyiapkan suguhan istimewa mulai makanan pembuka sampai minuman. Dilansir dari laman resmi Pura Pakualaman, pakualaman.id, Ketua Bidang Perlengkapan dan Umum Dhaup Ageng, K.R.T. Radyowisroyo menyebut menu di Dhaul Ageng adalah favorit jumeneng atau Raja di lingkungan Pura Pakualaman.

Ada pun kelima hidangan spesial tersebut adalah Lodeh Kluwih. Kluwih, sayuran mirip nangkan diolah dalam bumbu lodeh berkuah dan biasanya disajikan bareng nasi merah dan dicampur daging. Lalu, Sekul (Nasi) Gurih, nasi uduk yang disajikan bersama lalapan dan sayuran.

Lalu, Pindang Serani dan Semur Lidah. Pindang Serani makanan khas berupa sup ikan laut yang dipadu rasa manis, asam, pedas. Setup Jambu, minuman rasa buah jambu segar dengan campuran rempah serta Rujak Es Krim.

4. Kesenian 5 Beksan (Tarian)

Pada Dhaup Ageng kali ini menghadirkan lima Beksan atau tarian. Pada hari pertama, Sabtu 5 Januari 2019, akan ditampilkan tiga tarian yakni Beksan Bedhaya Manten "Kembang Mas", Beksan Wilayakusumajana, dan Beksan Puri Melathi.

Sementara pada hari kedua, Minggu, 6 Januari 2019, terdapat dua tarian yang dihadirkan, yakni Beksan Golek Prabudenta dan Beksan Lawung Alit.

3 dari 3 halaman

5. Tempat Upacara Dhaup Ageng

Pura Pakualaman
Salah satu bangunan dalam Pura Pakualaman yang menjadi tempat prosesi Dhaup Ageng (dok. Instagram @sonysatoshi/https://www.instagram.com/p/BNwOBZghRqF/Esther Novita Inochi)

Terdapat enam tempat yang akan digunakan dalam Dhaup Ageng yang meliputi Bangsal Sewatama, bangunan pusat acara seperti panggih kedua mempelai bertempat di depan Uleng, sungkeman di Ndalem Ageng Prabasuyasa, dan resepsi.

Lalu, Kagungan Dalem Bangsal Parangkarsa menjadi tempat siraman calon pengantin pria, Gedhong Ijem sebagai tempat kamar pengantin calon pengantin pria, Kagungan Dalem Pracimasana sebagai tempat prosesi tantingan, Kepatihan untuk sengkeran sekaligus tempat menginap keluarga calon pengantin perempuan.

Lalu, Masjid Besar Pakualaman yang berada di sisi barat daya Pura Kaualaman. Untuk Dhaup Ageng, masjid digunakan sebagai tempat prosesi akad nikah.

6. Mengenai Kusumo Bimantoro dan Maya Lakshita Noorya

Putra sulung Paku Alam X, Kusumo Bimantoro lahir di Yogyakarta, 10 April 1992 dan menempuh di Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sementara, calon mempelai perempuan, Maya Lakhsita Noorya yang lahir di Sleman, 27 April 1991. Putri Mandiyo Priyo dan Rini Wijayanti ini telah merampungkan pendidikan tinggi di Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓