Jokowi Promosikan Pariwisata dan Kuliner via Tol Trans Jawa

Oleh Gilar Ramdhani pada 30 Des 2018, 10:00 WIB
Diperbarui 31 Des 2018, 07:15 WIB
Pemandangan di tol Bawen-Salatiga. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta Jawa semakin oke saja. Aksesibilitasnya semakin top. Terlebih Jalan Tol Trans Jawa dari Jakarta sampai Surabaya sejauh 760 kilometer sudah tersambung. Hal ini kian mempertegas status Pulau Jawa sebagai yang terbaik di dunia versi travelandleisure.com. Hebatnya lagi, Presiden Joko Widodo juga makin ngegas promosi pariwisata Pulau Jawa.

"Ke mana kalian berlibur di akhir tahun ini? Saya mengajak kita semua menikmati liburan di dalam negeri. Kalian yang di Pulau Jawa, misalnya, bisa bepergian antarkota dengan leluasa. Dari Jakarta ke Semarang, sampai Surabaya, misalnya, kini punya banyak pilihan rute, mulai jalur pantai selatan, pantai utara, atau lintas tengah," tulis Presiden Jokowi di akun media sosialnya, Sabtu (29/12).

Jokowi memastikan jalannya mulus, lebar, dan menawarkan pengalaman baru. Hal itu ditunjukannya melalui video yang diunggahnya. Ada pemandangan alam indah hampir di sepanjang jalan, obyek-obyek wisata yang layak untuk menjadi latar foto untuk disebar melalui media sosial, makanan lokal di rest area, bahkan jalan tol itu sendiri.

"Bayangkan suasana senja melewati ruas tol Bawen-Salatiga di Jawa Tengah seraya memandang Gunung Merbabu. Di ruas ini juga ada Jembatan Tuntang yang melewati kawasan hutan dan Danau Rawa Pening. Panorama alamnya sangat indah. Di daerah Kendal, di ruas tol Batang-Semarang, ada jembatan Kalikuto yang menjulang kokoh dari rangka baja lengkung bercat merah," sebut Jokowi.

Dalam unggahan itu, Jokowi juga menampilkan keindahan pemandangan alam saat bepergian melalui jalan tol Trans Jawa. Seperti saat melewati simpang susun Kartosuro dari Salatiga akan menikmati pemandangan di kiri-kanan jalan berupa persawahan yang membentang luas, padang rumput, pepohonan dan rumah-rumah penduduk di kejauhan. Juga saat melintasi simpang susun Jombang di ruas tol Jombang-Mojokerto, Jawa Timur.

"Di sepanjang jalan tol, terdapat tempat-tempat peristirahatan dengan toilet, masjid atau mushola, warung-warung yang menawarkan aneka makanan lokal. Saya sendiri pernah mampir di rest area kilometer 597 di ruas tol Ngawi-Kertosono, dan mencicipi pecel Madiun, sate Ponorogo, dan kopi lokal," kata Presiden Jokowi.

Dengan adanya Jalan Tol Trans Jawa, Jokowi berharap liburan masyarakat jadi menyenangkan. Karena bisa menikmati perjalanan yang cepat, indah, dan menyenangkan. Jokowi juga mengajak masyarakat berbagi pengalaman perjalanannya melalui media sosial.

"Selamat berlibur. Dan jangan lupa bagikan foto-foto perjalananmu di media sosial," pungkas Jokowi.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Tol Trans Jawa ini akan memberi kenyamanan mobilitas wisatawan di 224 destinasi. Spot-spot eksotis ini dihubungkan dengan jalan tol. Tol Trans Jawa membuka peluang pertumbuhan destinasi di sekitarnya.

“Komitmen Presiden Jokowi luar biasa. Infrastruktur yang dikembangkan ini akan memberikan impact bagus bagi pariwisata dan sektor lain. Sebab, Tol Trans-Jawa ini melewati ratusan destinasi dari banyak provinsi yang dilewatinya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Dengan adanya Tol Trans Jawa, lanjut Menpar Arief Yahya, juga bisa mengangkat potensi kuliner lokal di sekitar area tol tersebut.

"Salah satu kekuatan pariwisata adalah kuliner. Wisatawan datang ke satu tempat untuk mencari kuliner. Selain tentunya menikmati budaya, juga shopping. Dan kehadiran tol baru ini mampu mengangkat potensi kuliner lokal. Itu sungguh luar biasa," kata Menpar Arief Yahya.

Pemerintahan Jokowi-JK yang getol membangun infrastruktur aksesbilitas ini memang untuk mendongkrak perekonomian. Termasuk melalui sektor pariwisata yang dijadikan leading sector selama 4 tahun ini. Dan terbukti, pariwisata menjadi salah satu penyumbang devisa negara terbesar.

Komitmen Jokowi terhadap pariwisata tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur. Tapi juga mengalokasikan SDM "The Right Man on The Right Place" dengan menempatkan sosok Menteri Pariwisata yang mumpuni.

Menteri Pariwisata yang dijabat Arief Yahya sepertinya pilihan yang tepat. Selama dipimpinnya, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terus meningkat 4 tahun berturut-turut. Berbagai prestasi juga diraihnya. Seperti The Best Ministry Of Tourism level Asia Pasifik di ajang TTG Travel Awards 2018 dan The Best Marketing Minister Tourism of ASEAN dari Philip Kotler, seorang suhu Marketing kelas dunia.

Perkembangan luar biasa juga terjadi pada pariwisata Indonesia. Dari tidak berperingkat, kini branding Wonderful Indonesia peringkatnya menduduki posisi ke-47 dunia.

Prestasi juga terlihat dalam daya saing pariwisata Indonesia atau The Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang terus meningkat. Dari tahun 2015 yang berada di peringkat 70, melesat naik ke peringkat 50, dan meningkat lagi di posisi 42 pada 2017. Bahkan The World Travel & Tourism Council (WTTC) menempatkan pariwisata Indonesia dalam 10 besar dunia, tepatnya peringkat ke-9.

 

 

(*)

Live Streaming

Powered by