Cerita Rifai Pamone Terpukau Keindahan Desa Penglipuran Bali Sebelum Meninggal

Oleh Komarudin pada 28 Des 2018, 16:15 WIB
Diperbarui 28 Des 2018, 16:15 WIB
Rifai Pamone
Perbesar
Rifai Pamone saat berkunjung ke Desa Penglipuran Bali (Dok.Instagram/@rifai.pamone/https://www.instagram.com/p/BdA9W1AFmvR/Komarudin)

Liputan6.com, Jakarta – Kabar duka datang dari dunia wartawan di Indonesia. Rifai Pamone, jurnalis Metro TV, meninggal dunia di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (28/12/2018).

Rifai Pamone lahir di Kapaleo, Halmahera, Maluku Tengah, 12 November 1981. Ia mengawali karier di Metro TV pada Mei 2012 hingga akhir hayatnya.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun semoga amal ibadah diterima allah swt dan mudah2an kusnul khotimah. Presenter berita kesukaan ak..gak nyangka pdhl keliatan sehat dan cekatan banget klo pas reporter di tkp ternyata lagi sakit😭😭," tulis akun @nabila.rusli dalam kolom komentar akun Instagram @rifai.pamone.

Sebagai wartawan, Rafai Pamone sempat mewawancarai sejumlah tokoh. Ia juga sempat mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Indonesia. Ia kemudian mengunggah sejumlah tempat indah yang menarik itu dalam akun Instagram pribadinya. Salah satunya, Penglipuran di Bali.

"Seperti namanya Penglipuran. Mungkin tak tahu apa arti sesungguhnya. Tapi mungkin saja penglipuran bermakna memberi Penawar akan Keresahan Kegelisahan Kegundahan, lalu menjadi Pelipur atau Penghibur hati," tulis Rifai, pada 23 Desember 2017.

Lokasi tersebut dapat dicapai hanya dalam dua jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari Seminyak. Ia juga memuji suasana damai dan kesantunan warganya.

"Sesampainya disini suasana tenang damai dan kesantunan warganya menyapa & membantu tanpa Pamrih, benar-benar menunjukkan makna Penglipuran sangat nyataTerimakasih Ya Allah atas anugerah indahnya Alam-Mu," kata Rifai Pamone.

Saksikan video pilihan di bawah ini: