Apa Saja yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membeli Kulkas?

Oleh Asnida Riani pada 28 Des 2018, 04:00 WIB
Diperbarui 28 Des 2018, 13:15 WIB
Ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta - Akhir tahun sering kali jadi momen untuk mempercantik rumah. Dengan harapan dan goals berbeda, semangat untuk meraihnya sangat mungkin dipicu dari tempat tinggal. Salah satu cara untuk mengubah suasana bisa dengan membeli kulkas baru.

Jadi salah satu barang yang sekarang sudah ada pada kebanyakan rumah, Anda tentu tak bisa sembarangan membeli kulkas. Di samping harganya yang lumayan, pemilihan kulkas tak tepat guna juga sangat mungkin memengaruhi aktivitas, terutama soal suplai makanan dan minuman.

Karenanya, Stephen Dave, Product Manager PT Hitachi Modern Sales Indonesia memberi sejumlah tips memilih kulkas sesuai kebutuhan Anda. Pertama, kapasitas kulkas harus dipertimbangkan sesuai anggota keluarga. Anda tentu tidak mau kelebihan atau kekurangan ruang penyimpanan di kulkas.

Anda juga harus menyesuaikan pembelian kulkas dengan kebiasaan belanja. "Ada yang belanja seminggu sekali, tiga hari sekali, bahkan sebulan sekali. Kebiasaan ini mesti ditunjang dengan kulkas yang tepat supaya bahan makanan bisa dikonsumsi sesuai harapan," katanya di peluncuran produk terbaru Hitachi di Empirica, SCBD Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.

Masih soal ukuran kulkas, perhatikan pula tempat tinggal Anda. Misal, bagi Anda yang tinggal di apartemen. Dengan ketersediaan ruang tidak sebegitu besar, Anda tentu ingin membeli kulkas compact yang tidak terlalu lebar dan memakan banyak ruang.

"Sekarang juga harus disesuaikan dengan kebutuhan gaya hidup, terlebih dari segi kesehatan. Anda butuh kulkas dengan jaminan ketahanan makanan. Jadi, walau menyimpan bahan makanan atau minuman dalam waktu lama, nutrisi tidak berkurang banyak," jelasnya.

Faktor ini dinilai Stephen juga sebagai bentuk partisipasi nyata dalam gerakan zero food waste. Mengingat kebanyakan masyarakat Indonesia punya kecenderungan belanja berlebih, kulkas dengan waktu ketahanan penyimpanan lama sangat mendukung supaya tidak ada bahan yang nantinya dibuang.

 

Saksikan video pilihan berikut ini: