Awali Tahun Baru Anda Agar Lebih Terencana dengan Bullet Journal

Oleh Putu Elmira pada 01 Jan 2019, 07:00 WIB
Diperbarui 01 Jan 2019, 07:00 WIB
Bullet Journal
Perbesar
Salah satu contoh layout bullet journal karya Ewa Febri. (dok. instagram.com/ewafebri/https://www.instagram.com/p/BqbhRXthPzo/Esther Novita Inochi).

Liputan6.com, Jakarta - Menyongsong tahun 2019, pastinya kita sudah menyusun resolusi dan tujuan apa yang hendak ingin dicapai, bukan? Salah satu resolusi umum yang sering dibuat adalah agar hidup kita lebih terencana dan tidak mudah lupa akan tugas kita.

Banyak orang yang biasanya menyusun rencananya dalam berbagai cara, seperti menulisnya dalam agenda atay membuat sticky notes. Tapi tahukah Anda mengenai bullet journal atau sering disingkat dengan Bujo? Ini adalah sistem agenda yang diperkenalkan oleh Ryder Carroll.

Dikutip dari bulletjournal.com pada Selasa, 18 Desember 2018, Carroll adalah seorang perancang produk digital dan penulis yang saat ini tinggal di Brooklyn, New York. Ia pernah mengalami masalah dalam belajarnya, sehingga dituntut untuk mencari cara agar bisa mengejar pelajaran seperti teman-temannya.

Lalu ia menemukan sistem Bullet Journal atau Bujo, sistem di mana ia merangkum semua agenda dan kegiatannya dengan berpoin. Namun, apa alasan sesungguhnya kita harus memulai Bujo? Simak empat alasannya, yang dilansir dari theodysseyonline.com.

1. Mudah dan Murah

Hanya bermodalkan alat tulis dan notebook, Anda sudah bisa memulai bujo. Untuk memulainya, tidak harus mengikuti contoh desain dan layout yang mewah seperti yang ada di Instagram dan Pinterest. Buat saja dulu secara sederhana, baru Anda bisa mengembangkannya menjadi lebih berseni. 

2. Tidak melulu berisi perencanaan

Anda tidak hanya bisa berkreasi dengan halaman to-do-list dan agenda kamu, tapi bisa menambahkan beberapa isi sebagai diary Anda. Kita menambahkannya dengan beberapa spread seperti habit tracker, mood tracker, film yang ingin Anda tonton, buku yang ingin Anda baca, pengeluaran harian, dan lain-lain. Anda bahkan bisa menempelkan foto kenang-kenangan di dalamnya.

3. Atur sendiri layout 

Biasanya ketika kita membeli agenda, pastinya sudah tercetak apa yang menjadi layout dalam agenda tersebut. Berbeda dengan Bujo, kita justru bisa mengkreasikannya sesuka kita. Bahkan kalau perlu, bisa menambahkan elemen lain dalam layout tersebut selain catatan dan tanggalan, seperti diary makanan kita, pengecek kebiasaan kita, dan lain-lain.

4. Menyenangkan

Pada akhirnya, Bujo ini bisa menjadi hal yang menyenangkan. Awalnya, kita menggunakan Bujo hanya untuk merencanakan agenda kita dengan cara baru. Namun dengan berbagai variasi yang kita tambahkan, kegiatan ini bisa menjadi hal yang seru dan menyenangkan untuk dilakukan.

Bujo memang lebih dulu dikenal di luar negeri, bukan berarti di Indonesia tidak ada para penggunanya. Ada Ewa Febri, salah satu pengguna Bujo asal Jakarta dan beberapa komunitas planner di Indonesia, seperti Planner and Journal dan Planner Addict Indonesia.

(Esther Novita Inochi)

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Bertani di Atas Masjid