Soto Ayam Kuning Eksis di Festival Kuliner Dunia, Bagaimana Responsnya?

Oleh Dinny Mutiah pada 22 Nov 2018, 08:15 WIB
Diperbarui 22 Nov 2018, 08:15 WIB
RM Soto Lamongan Kedoya

Liputan6.com, Jakarta - Kabar membanggakan datang dari kuliner Indonesia. Kali ini, giliran soto ayam kuning yang eksis di acara berskala dunia, World Heritage Cuisine Summit and Food Festival 2018, yang digelar di Amritsar, India, pada Oktober 2018.

Chef Steffu Santoso, Ketua Asosiasi Chef Profesional Indonesia, mengungkapkan soto ayam dipilih karena bahan-bahannya relatif mudah didapat di pasar lokal, seperti bawang merah, bawang putih, dan kunyit. Pihaknya hanya harus membawa emping dan jeruk limau.

"Tujuannya acara itu agar para chef dunia bisa lihat, tahu, dan testing ikon kuliner kita. Dalam hal ini, kita bawa soto ayam," ujar Steffu saat ditemui di SIAL Interfood 2018, Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

Dalam acara yang dihadiri para chef profesional dari hampir 30 negara itu, Indonesia diwakili oleh Chef Philip Walasari dan Chef Denny Boy Gunawan. Mereka mendemokan cara membuat soto ayam sambil membuat 100 porsi soto ayam untuk dicicipi.

"Rasanya tentu yang original, kan yang buat orang kita sendiri," ucapnya.

Menurut Steffu, banyak orang mengapresiasi soto ayam yang disajikan di sana. Apalagi, ada tambahan perasan jeruk limau dan emping yang membuat mereka ketagihan.

"Banyak orang yang suka dengan emping ternyata," kata Steffu.

Soto merupakan salah satu makanan nasional yang jadi prioritas Kementerian Pariwisata untuk dipromosikan. Plt Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri menyebut soto merupakan lima dari makanan nasional yang mewakili kuliner Indonesia.

"Rendang, nasi goreng, dan satai kan sudah mulai mengglobal setelah CNN mempromosikannya. Dua lainnya adalah soto dan gado-gado," katanya.

Jadi, apakah Anda berminat makan soto ayam hari ini?

Saksikan video pilihan berikut ini:

Video Pilihan Hari Ini

Unik, Potret Kompakan Baju Lebaran Ala Netizen