Teras Sunda Cibiru dan Kampung Kaulinan Dibuka, Wisata Budaya di Bandung Makin Seru

Oleh Dinny Mutiah pada 01 Nov 2018, 09:45 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 17:30 WIB
Teras Sunda Cibiru

Liputan6.com, Jakarta - Kota Bandung tak henti-hentinya berinovasi dalam bidang pariwisata. Salah satu destinasi terbaru yang bisa disambangi adalah Teras Sunda Cibiru di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cibiru.

Di atas lahan seluas 5.700 meter persegi, enam bangunan bermaterial utama bambu berdiri. Bangunan utama berfungsi sebagai aula dan amfiteater, sedangkan bangunan lainnya digunakan untuk galeri, ruangan pembuatan alat-alat kesenian, musala, pendopo, dan galeri penjualan suvenir.

Berfungsi sebagai ruang kreatif bagi para seniman dan budayawan kota Bandung, konsep arsitektur bangunan yang diadopsi tentunya khas Sunda, yakni beratap Julang Ngapak. Pembangunannya dilaksanakan selama dua bulan, yakni Oktober 2017 hingga Desember 2017, dan menelan biaya Rp 7,9 miliar.

Dilansir Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung, Teras Sunda Cibiru diresmikan oleh Wali Kota Bandung Oded M Danial dengan penandatangan prasasti pada Rabu, 31 Oktober 2018. Ide pembangunan tempat ini dikemukakan pertama kali oleh Wali Kota sebelumnya, Ridwan Kamil, pada 21 Agustus 2017.

Sejumlah kegiatan seni telah berlangsung di tempat ini pada 30-31 Oktober 2018. Di antaranya pameran lukisan, jaipongan, seni pencak silat, dan wayang. Wali Kota berharap tempat tersebut bisa dijaga agar bisa menjadi andalan objek wisata seni budaya kota Bandung yang menargetkan 8 juta wisatawan per tahun.

2 dari 2 halaman

Wisata Kaulinan

Kampung Wisata Kaulinan
Kampung wisata Kaulinan Lembur di Bandung baru saja menggelar festival kaulinan. (dok. Instagram @disbudpar.bdg/Dinny Mutiah)

Pada hari yang sama, Oded juga membuka Festival Kaulinan Lembur di Kampung Wisata Kaulinan Pasir Kunci yang berlokasi di Jalan Pasir Kunci, Ujung Berung, kota Bandung.

Dilansir laman Instagram @disbudpar.bdg, tempat itu dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang saat ini kekurangan kawasan untuk melestarikan permainan tradisional, juga tempat melakukan kegiatan seni dan budaya.

Dalam festival tersebut, sejumlah anak TK hingga SMP di kota Bandung terlibat dengan menampilkan beragam permainan rakyat. Pengunjung juga bisa memanfaatkan momen untuk berswafoto dengan latar Gunung Manglayang.

"Diharapkan di tahun depan, kawasan Pasir Kunci akan selesai 100 persen dengan atraksi seni, budaya dan pariwisata yang lebih lengkap untuk dinikmati oleh seluruh masyarakat Kota Bandung serta wisatawan," kata Oded.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Bocah Ini Perlakukan Harimau Seperti Peliharaan