Cumi Hitam hingga Tuna Rasa Dunia demi Galang Donasi Korban Tsunami Palu

Oleh Dinny Mutiah pada 29 Okt 2018, 20:44 WIB
Diperbarui 12 Jan 2019, 17:26 WIB
Marathon Memasak

Liputan6.com, Jakarta - Meski status darurat bencana telah dicabut, perhatian pada korban gempa dan tsunami Palu terus mengalir. Salah satunya datang dari para chef yang berkolaborasi medemokan keahlian mereka mengolah bahan makanan.

Yang mendapat giliran pertama adalah William Wongso, ahli kuliner Indonesia yang membuat cumi hitam dengan shirataki rice. Masakan khas Purwokerto itu sengaja dipadukan dengan nasi shirataki yang memiliki kandungan karbohidrat nol dan kaya serat.

"Saya sengaja membeli ekstrak tinta cumi karena cumi di kita biasanya sudah dibuang tintanya," kata William di Hause Rooftop, Jakarta Selatan, Senin (29/10/2018).

Sebelumnya, Mazaraart dari Yogyakarta menampilkan pembuatan keju burrata dan mozarella yang sepintas teksturnya sama. Potongan keju segar yang tak melewati proses fermentasi selanjutnya dibagikan kepada para tamu. Rasanya semakin sedap saat disajikan bersama sambal matah.

Pada siang harinya, giliran Ernest Christoga (pendiri Kreative Project) dan Ron Prasanto (pendiri Kopi Pak Wawan Roastery) menampilkan kebolehan membuat dessert dari kopi secara molekuler. Aksinya dilanjutkan oleh Chef Santhi Serad dan Chef Astrid Enricka Dhita yang menyajikan beragam menu urap Nusantara.

"Kami menampilkan lima macam urap, anyang dari Melayu, gudangan atau urap Jawa, lawar Bali, lambai Aceh, dan kohu-kohu Ambon. Semuanya menggunakan parutan kelapa," tuturnya.

Penampilan para chef belum berhenti pada sore hari. Giliran Aga Muhammad yang menunjukkan cara menyeduh kopi yang tepat di rumah, dilanjutkan dengan Chef Budi Lee yang membuat udang bakwan jagung yang cocok sebagai camilan.

 

2 of 2

Penampilan Terakhir

Marathon Memasak
Deretan chef yang terlibat dalam aksi demo masak untuk menggalang donasi bagi korban pasca-tsunami Palu. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Sementara, Chef Oka Diputra dari Arrack & Spice menjadi penampil terakhir. Ia mendemokan cara membuat tuna rasa dunia. Semua hasil kreativitas para chef tersebut bisa dicicipi langsung para donatur yang membeli tiket seharga Rp 250 ribu.

"Mereka bisa reservasi dulu, tapi juga bisa langsung beli di tempat," kata Ronald Prasanto, salah satu penggagas acara donasi untuk Palu itu.

Donasi untuk korban tsunami Palu yang terkumpul nantinya akan dikelola oleh sukarelawan. Mereka akan menentukan kebutuhan apa yang bisa dibeli menggunakan sumbangan para donatur.

"Kita berusaha semampu kita membantu para korban di Palu. Apa yang kita bisa lakukan di Jakarta, kita lakukan di Jakarta," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by