Senyum Tegar Jihan, Anak Cantik Korban Gempa dan Tsunami Palu

Oleh Putu Elmira pada 17 Okt 2018, 12:00 WIB
Senyum Tegar Jihan, Bocah Cantik Korban Gempa Tsunami Palu

Liputan6.com, Jakarta - Bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, dan Sigi pada 28 September 2018 lalu meninggalkan beragam kisah inspiratif. Salah satunya tentang ketegaran seorang anak perempuan cantik bernama Jihan Zahira yang berada di kaki Gunung Gawalise, sisi barat Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sosok anak yang baru menginjak usia 3 tahun tersebut pertama kali diangkat di media sosial oleh seorang relawan, Bayu Andrein. Ia menuju lokasi bencana di Palu bersama Yayasan Karampuang yang bekerja sama dengan UNICEF pada 12 Oktober 2018.

"Kami berangkat kesana tanggal 12 Oktober 2018 dan kedua lembaga itu melakukan trauma healing buat anak-anak. Saya melihat Jihan di sana berbeda dengan yang lain," jelas Bayu Andrein kepada Liputan6.com pada Rabu (17/10/2018).

Melalui akun Instagram pribadi, Bayu membagikan deretan unggahan tentang Jihan dan kondisi di lokasi bencana. Jihan tetap terlihat kuat, tegar, dan ceria meski rumahnya hancur berantakan usai bencana gempa terjadi.

Bayu juga menjelaskan dalam sebuah video singkat bahwa ibunda Jihan berada di Arab Saudi, sementara ayahnya sedang sakit. Saat ini, Jihan menjalani kesehariannya bersama sang nenek di pengungsian setelah gempa dan tsunami menghantam Palu.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

Simak video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Jihan Tak Menangis

Senyum Tegar Jihan, Bocah Cantik Korban Gempa Tsunami Palu
Menyimak kisah Jihan, seorang bocah cantik berusia tiga tahun korban gempa dan tsunami Palu yang tengah jadi sorotan. (dok. Instagram @its.bayuandrein/https://www.instagram.com/p/Bo8utbnBhw0/?taken-by=its.bayuandrein/Putu Elmira)

Tidak hanya wajah cantik Jihan, Bayu dan warganet sangat kagum dengan ketegaran sang bidadari kecil di kaki Gunung Gawalise itu. Bagaimana tidak, ia tidak menitikkan air mata dengan bencana dan kondisi yang tengah dialami saat ini.

"Jihan te boleh menangis om, nanti Allah marah (Jihan tidak boleh menangis om, nanti Allah marah)," ucap Jihan seperti keterangan yang dituliskan Bayu di kolom ketengan potret Jihan yang diunggah 15 Oktober 2018.

Melihat kekuatan dan ketegaran Jihan usai gempa dan tsunami Palu, Bayu dan warganet tiada hentinya memberikan dukungan dan doa.

"Mungkin saya tidak akan selalu bersamamu tapi doa kami semoga yg mendatangimu dari berbagai penjuru telah ALLAH sisipkan sebuah berkah untukmu pada kedua tangan mereka. Amin," tulis Bayu.

 
 
 
View this post on Instagram

YA ALLAH ...ANAK CANTIK INI GAK MAU NANGIS, KALO NANGIS NANTI ALLAH MARAH😭😭 Mamanya di Saudi dan Papanya sakit .ia kuat dipengungsian (GAWALISE), selalu ceria meski rumahnya hancur. dia gak boleh nangis karena nanti ALLAH MARAH (ucapnya)😭😭 YA ALLAH LINDUNGI SELALU ANAK INI. SI CANTIK JIHAN💌 #SiCantikDariKakiGunungGawalise . . _____PALU HEBAT📸 @ilhabasirkhan . #editorial #tsunamipalu #editorialphotography #2019gantipresiden #ftsilverseas #bleachmyfilm #prayforpalu #folkportraits #artofvisuals #quietthechaos #portraitgames #of2humans #pemudapancasila #tsunami #agameoftones #moodygram #portraitpage #seekingthestars #postthepeople #thecreatorclass #portraitpage #like4likes #moodygrams #moodyports #theportraitpr0ject #bravogreatphoto #videooftheday #likeforfollow

A post shared by Bayu Andrein (@its.bayuandrein) on

Lanjutkan Membaca ↓