Panduan Trend Forecasting 2019/2020 Bagi Pelaku Kreatif dari Bekraf

Oleh Annissa Wulan pada 27 Sep 2018, 17:15 WIB
Mengikuti Tren Terkini dari Portal Terbaru yang Diluncurkan Bekraf

Liputan6.com, Jakarta Setelah sukses dengan Trend Forecast yang diluncurkan pertama kali tahun lalu, kali ini Bekraf kembali dengan Trend Forecast 2019/2020 bertajuk Singularity. Sama seperti tahun sebelumnya, Trend Forecasting 2019/2020 diharapkan bisa menjadi referensi tren dalam negeri, berisi panduan dan inspirasi bentuk, warna, sketsa, hingga selera pasar terkini.

Bedanya, tahun ini Trend Forecasting diluncurkan dalam bentuk portal. Portal ini nantinya berfungsi sebagai wadah bagi desainer atau pelaku kreatif lainnya untuk saling berinteraksi satu sama lain.

Penamaan Singularity terinspirasi dari paradoks terbesar di abad ke-21 ini. Misalnya, apa eksistensi manusia akan terhapus oleh mesin, atau justru keberadaan mesin dapat memperbaiki eksistensi manusia?

 

 

2 of 3

Empat sub tema dari Singularity

Mengikuti Tren Terkini dari Portal Terbaru yang Diluncurkan Bekraf
Bekraf kembali meluncurkan Trend Forecasting 2019/2020, panduan tren bagi para pelaku kreatif Indonesia bertajuk Singularity.
Mengikuti Tren Terkini dari Portal Terbaru yang Diluncurkan Bekraf
Bekraf kembali meluncurkan Trend Forecasting 2019/2020, panduan tren bagi para pelaku kreatif Indonesia bertajuk Singularity.

Singularity dibagi lagi menjadi empat tema untuk mempresentasikan Indonesia di tahun 2019/2020.

1. Exuberant

Exuberant di sini adalah karakter kemanusiaan yang dinamis dan cerdas. Karakter dasar dari tema ini adalah santai, ramah, sedikit nerdy, namun tetap stylish, dan lucu.

2. Neo Medieval

Neo Medieval adalah pola pikir yang menjadikan kemajuan teknologi sebagai sebuah paradoks. Globalisasi membuat sebuah tren yang menyerupai abad pertengahan.

Tema-tema di abad pertengahan tetap mempesona dunia modern dan teknologi tinggi karena narasi romantis sejarah untuk menjelaskan pandangan yang membingungkan. Walau bernapas abad pertengahan, namun tema ini juga sangat futuristis.

3. Svarga

Tema tren ini mewakili poetnsi kemanusiaan yang inklusif dan berempati. Svarga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti surga, menggambarkan pendekatan antar manusia secara spiritual.

Desain dari tema ini memperlihatkan berbagai produk berbasis kriya bernilai tinggi, menggarisbawahi warisan tradisi yang tak ternilai harganya dan kearifan lokal pelaku kriya tradisional.

4. Cortex

Tema ini mewakili sistem dasar yang mendistrupsi kehidupan dalam Singularity. Dalam proses pengembangan desain, tema ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pembantu desainer, namun juga bisa menjadi desainer itu sendiri.

3 of 3

Negara-negara penyerap tren dari Indonesia

Menurut Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik, ada beberapa negara besar yang telah menyerap produk ekspor Indonesia. "Negara-negara itu adalah Amerika Serikat, Jerman, Swiss, Korea Selatan, dan Singapura," jelasnya.

Tri Anugrah selaku Head Trend Researcher and Creative Director of Indonesia Trend Forecasting juga menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia paling banyak menganut tema Svarga."Kita ambil contoh Asian Games 2018 kemarin, sudah tidak ada jarak antar generasi lagi, semuanya jadi satu. Itu menunjukkan Svarga," ungkap Tri ketika ditemui oleh Tim Liputan6.com, Kamis (27/9/2018).

Lanjutkan Membaca ↓