Belajar Kesenian Bali Berbasis Keanekaragaman Hayati di Pameran Natural Curiosities

Oleh Vinsensia Dianawanti pada 12 Mei 2018, 18:00 WIB
Diperbarui 14 Mei 2018, 17:13 WIB
Belajar Kesenian Berbasis Keanekaragaman Hayati di Pameran Natural Curiosities

Liputan6.com, Jakarta Bali menyimpan pesona alam dan budaya yang tidak ternilai. Beragam kriya tradisional yang unik dan menarik banyak dibuat di Bali. Di Denpasar sendiri, terdapat sebuah lokasi yang berisi studio, galeri, dan bengkel untuk membuat kriya. Dikenal sebagai CushCush, fasilitas ini menampung lebih dari 50 pekerja dan pengrajin dari beragam latar belakang budaya dan geografis.

Tempat ini menjadi tempat yang cocok untuk membuat kriya dari bahan alam langka namun dari sumber etis. Pembuatan kriya ini terinspirasi dari budaya halus di Bali. Telah berdiri selama 16 tahun, CushCush cukup terbuka bagi turis lokal ataupun internasional untuk terlibat dalam pembuatan kriya. Anda bisa belajar mengeksplorasi desain kontemporer dengan sumber daya yang besar, teknik pembuatan, dan prosesnya.

Kualitas kriya dan perabotan yang dihasilkan CushCush tidak boleh diragukan. Ia memberikan layanan desain dan produk untuk kebutuhan dalam dan luar negeri. Kebanyakan, pelanggannya berasal dari hotel bintang lima, seperti The InterContinental Resort, Bali; The Chedi Andermatt, Swiss; The Palace Hotel, Tokyo; The Mandarin Oriental Hotel di Kuala Lumpur, serta University of Singapore.

 

Belajar Kesenian Berbasis Keanekaragaman Hayati di Pameran Natural Curiosities
Pameran ini menjadi kesempatan untuk belajar seni dari alam (Liputan6/pool/CushCush)

CushCush terus berinovasi dan menyesuaikan perkembangan jaman dengan memfasilitiasi atau berkolaborasi dengan para visioner lokal dan internasional. Sehingga CushCush bisa mewujudkan ide-ide artistik individual. Mereka yang diajak berkolaborasi, tidak terbatas pada kalangan desainer, arsitektur, seniman, dan koki.

CushCush sendiri mengadakan sebuah pameran bertajuk "Keingintahuan Alami" atau "Natural Curiosities". Pameran ini menjadi penghargaan bagi keajaiban alam, seniman, dan desainer yang menjadi tiga komponen dari perjalanan eksplorasi CushCush selama 16 tahun di Bali. Pameran ini mengundang semua orang unutk melihat, berpikir, dan membayangkan sehingga menghubungkan individu dengan keanekaragaman hayati yang begitu besar dan mempromosikan rasa memiliki terhadap lingkungan.

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang dapat dibuat menjadi beragam karya. Mulai dari karang yang berwarna-warni, spesies tumbuhan dan hewan yang unik, batu berharga, dan lain-lain untuk diolah menjadi bagian dari seni dan budaya. Rasa ingin tahu yang tak henti untuk membudayakan alam dengan seni dan sesuai yang sesuai menjadi karakter yang kuat dari CushCush dalam industri seni.

 

Belajar Kesenian Berbasis Keanekaragaman Hayati di Pameran Natural Curiosities
Pameran ini menjadi kesempatan untuk belajar seni dari alam (Liputan6/pool/CushCush)

Pameran ini akan menerjemahkan kepribadian, perspektif, dan proyeksi organisasi ke dalam pengalaman nyata dan platform untuk terlibat, bertukar, dan belajar dari orang lain. Sehingga pameran ini menjadi ajang promosi akan pemahaman yang lebih baik terhadap kerajinan dan hubungannya dengan lingkungan.

Selama pameran, ruang galeri akan berfungsi sebagai platform pertukaran sosial, akademik, dan profesional. CushCush mendoorng semua siswa, pekerja, dan visioner untuk terlibat berinteraksi dan berkolaborasi. Sehinga diadakan program magang untuk desainer, seniman, arsitek, dan pengrajin yang tertarik untuk memahami Bali dan seninya lebih jauh.

Pameran Natural Curiosities akan dibuka pada 11 Mei 2018 hingga 9 Juni 2018 dengan kegiatan open house. Di mana para pengunjung bisa mengunjungi dan mengamati studio dan workshop dari dekat serta berinteraksi langsung dengan para pendiri dan tim di belakang semua karya yang ada.

Video Pilihan Hari Ini

Fakta Diet Viral 22 Hari Beyonce, Hingga Buku Menunya Dijual