6 Tanda-Tanda Hubungan Asmara yang Tidak Sehat

Oleh Liputan6.com pada 02 Apr 2018, 11:15 WIB
Diperbarui 04 Apr 2018, 11:13 WIB
Pasangan Bertengkar

Liputan6.com, Jakarta Kita tentu ingin menjalani hubungan asmara yang sehat, berjalan mulus tanpa ada masalah yang berarti. Padahal permasalahan adalah ujian bagi Anda dan pasangan dapat menentukan apakah hubungan yang dijalani sehat atau tidak.

Dari masalah tersebut, Anda bisa lihat pertandanya, walau terkadang tidak terlalu jelas tersirat. Berikut adalah 6 tanda Anda berada di hubungan asmara yang tidak sehat, seperti melansir dari sheknows.com, Senin (2/4/2018):

1. Menolak disalahkan Jika selalu menghadapi masalah yang sama dengan mantan, bisa jadi Anda sumber masalahnya. Penasihat keluarga dan Pernikahan Jessica Wade mengatakan, jika selalu menyalahkan pasangan atas masalah yang terjadi, maka Anda menyangkal peran atas masalah tersebut.

2. Emosional saat marah

Kata-kata yang terlontar ketika marah tidak akan pernah bisa ditarik kembali. Seperti dijelaskan oleh Terapis Keluarga dan Pernikahan, Lisa Bahar, perkataan seperti “Kamu gila” atau “Ada Apa denganmu?” akan menciptakan suasana yang tidak nyaman.

Dalam kejadian tersebut, biasanya akar permasalah adalah terlalu cepat dalam bereaksi. "Teliti dulu fakta-fakta yang memicu reaksi tersebut dan bandingkan jika benar-benar memahami keadaannya", kata Lisa.

 

 

2 dari 3 halaman

Egois dan Bergantung

Bertengkar Berselisih Paham dengan Pasangan
Ilustrasi Foto Bertengkar dengan Pasangan (iStockphoto)

3. Egois

Pertanda yang sering muncul adalah menolak pengaruh pasangan. Hal ini lebih dari keras kepala. Menurut Jessica Wade, ini akan berbahaya jika pasangan Anda berpikir pendapatnya tidak dihargai. Untungnya berkomitmen untuk benar-benar mendengar pasangan Anda, dapat mengatasi hal ini.

4. Sangat tergantung di dalam hubungan

Hubungan tidak sehat tercipta bukan hanya dari bagaimana Anda memperlakukan pasangan, tapi diri sendiri. Wade menjelaskan kalau Anda mengandalkan hubungan untuk melarikan diri dari masalah, maka harus diperbaiki.

Ketergantungan bisa berbentuk ancaman menyakiti diri sendiri. Jika Anda pernah mengatakan atau terpikir untuk menyakiti diri sendiri jika putus, waktunya berhenti dari hubungan tersebut dan carilah bantuan.

3 dari 3 halaman

Sengaja Hukum Pasangan

Bertengkar Berselisih Paham dengan Pasangan
Ilustrasi Foto Bertengkar dengan Pasangan (iStockphoto)

5. Sengaja menghukum pasangan

“Mendiamkan pasangan (silent treatment) atau menolak seks karena kesalahan kecil adalah pertanda manipulasi," ujar Jessica Wade. Mungkin Anda berdalih kalau itu menyampaikan pesan, tapi ada cara yang lebih baik sebenarnya.

Sebagai contoh, jika pasangan Anda selalu lupa untuk membeli susu dari toko swalayan, jelaskanlah kepadanya jika terus begitu, akan menghambat makan malam. Jessica menambahkan, “Memarahi, meneriaki, dan menghukum jarang berhasil kepada anak kecil, maka hindari pula dalam hubungan Anda”.

6. Sindiran pedas ketika menghadapi masalah

Sebuah studi di tahun 2017 mengungkapkan, terdapat lebih dari 5 juta pria menjadi korban sindiran pedas pasangannya. Menurut Lisa Bahar, ‘tamparan halus’ adalah gejala ketidakmampuan mengekspresikan perasaan dengan seharusnya.

Jika 6 tanda di atas muncul, kuncinya adalah menerima jika hubungan Anda bermasalah atau tidak sehat. Dengan mengakui masalah, akan memberi kesempatan bagi hubungan untuk bisa berlanjut dan mendapatkan pelajaran.

Ia mengakhiri pernyatannya dengan “Kebanyakan orang tak menyadari jika perilaku mereka bisa berbahaya atau menyakiti pasangan. Tapi begitu menyadarinya, mereka langsung ingin berubah”.

Maulidinov Maulana 

 

Lanjutkan Membaca ↓