Menjelajahi Benteng Perdamaian di pusat Yogyakarta

Oleh Akbar Muhibar pada 18 Okt 2016, 12:30 WIB
Diperbarui 18 Okt 2016, 12:30 WIB
Benteng Vrederburg
Perbesar
Gambar Benteng Vrederburg dari udara (Foto : Fiqih Muhammad Ginanjar)

Liputan6.com, Jakarta Benteng ini berdiri kokoh, bahkan setelah 2 Abad berdiri, Benteng Perdamaian ini tetap menjadi pusat perhatian yang menarik banyak wisatawan. Terletak di hadapan Istana Kepresidenan Yogyakarta, kini Benteng yang berbentuk bujur sangkar ini menjaga sejarah Republik Indonesia. Inilah Benteng Vredeburg.

Berdiri di atas tanah Keraton Yogyakarta pada tahun 1765, benteng ini dahulunya berbentuk seperti sebuah saung yang memiliki 4 tempat penjagaan di sudutnya. Kemudian pada tahun 1787 ditingkatkan menjadi benteng yang benar-benar menjadi tempat untuk pertahanan. Namun pada saat VOC bangkrut, seluruh benteng dikuasai oleh pemerintah belanda, sedang untuk tanahnya tetap menjadi milik keraton.

Tahun 1867, Yogyakarta diterjang gempa bumi yang dahsyat. Hal ini menyebabkan beberapa bangunan runtuh, termasuk benteng ini. Akhirnya benteng diperbaiki dan menjadi pusat pemerintahan Belanda di Yogyakarta saat itu. Setelah melewati berbagai perubahan kepemilikan dari Belanda, Jepang dan akhirnya diserahkan kembali pada Keraton Yogyakarta, Benteng Vredeburg dijadikan museum perjuangan nasional oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada tahun 1984.

Penjelasan interaktif tentang diorama di Museum Benteng Vrederburg (Foto : Akbarmuhibar)

Bila sempat mengunjungi museum ini, maka Anda akan melihat bukti nyata perjuangan rakyat Indonesia meraih kemerdekaan. Dilengkapi dengan 90 diorama yang terbagi dalam beberapa ruangan, Anda akan dibawa menjelajahi masa pra kemerdekaan hingga perjuangan saat ini. Diorama ini juga dikemas dalam bentuk interaktif dengan sentuhan teknologi, sehingga para pengunjung tidak akan bosan menggali pengetahuan di Benteng Vredeburg, Yogyakarta ini.

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Bertani di Atas Masjid