Pasangan Menunggu 9 Tahun untuk Buka Kado Pernikahan, Kenapa?

Oleh Ivana Sitanggang pada 09 Sep 2016, 19:00 WIB
Diperbarui 09 Sep 2016, 19:00 WIB
Kado Nikah
Perbesar
Simak kisah sebuah pasangan yang menunggu 9 tahun untuk membuka kado pernikahan.

Liputan6.com, Jakarta Kathy dan Brandon Gunn adalah suami istri yang telah menikah selama 9 tahun. Pasangan asal Michigan ini memiliki satu kado pernikahan yang mereka tidak buka, hingga bulai Mei lalu.

Kathy menjelaskan dalam sebuah unggahan, mengapa mereka menunggu sangat lama untuk membuka kado dari bibi Kathy. Kado dengan surat ucapan itu tertulis "Jangan dibuka sampai perselisihan pertama kalian". 

"Hingga kini pastinya banyak perselisihan, argumen dan bantingan pintu pada usia pernikahan kami yang sembilan tahun. Tak sedikit pula keinginan untuk menyerah dalam rumah tangga, namun kami tak pernah membuka kardus ini" tulis Kathy.

Di bulan May, pasangan ini sedang menikmati minuman anggur di beranda rumah sembari merencanakan hadiah pernikahan untuk kerabat. Dari situ Kathy teringat dengan kado pernikahan mereka, 9 tahun yang lalu.

Kathy merasa, mereka bersikeras tidak membuka kado tersebut, karena merasa hal tersebut seperti menandakan kegagalan dalam rumah tangga. Jika mereka bertengkar, mereka akan berusaha untuk mencari jalan keluar.

"Hal ini membuat kami untuk mencari solusi. Apakah benar ini waktu yang tepat untuk membuka kotak tersebut? Bagaimana jika ini bukan pertengkaran terbesar kami?" jelas Kathy.

Hingga akhirnya pasangan tersebut memutuskan untuk membuka kotak pada malam itu. Mereka menemukan 2 kertas bertuliskan tangan yang membungkus sejumlah uang, gelas anggur, vas bunga, dan produk perawatan mandi. Kertas untuk Kathy berisi instruksi untuk membeli piza, dan bersiap-siap mandi. Sedangkan kertas untuk Brandon menyuruh dia untuk membeli bunga dan sebotol anggur.

Namun yang paling berharga dalam boks tersebut adalah simbol pernikahan yang dibuat terhadap pasangan ini. 

"Selama 9 tahun (dan 3 kali pindahan), kotak ini telah diletakkan di atas lemari bersama debu-debu. Dan entah bagaimana, mengajari kami untuk toleransi, saling pengertian, kompromi, dan bersabar" kenang Kathy.