Sedih, Atlet Kehilangan Neneknya Ketika Meraih Medali Perunggu

Oleh Ivana Sitanggang pada 10 Agu 2016, 14:30 WIB
Diperbarui 10 Agu 2016, 14:30 WIB
Atlet angkat besi thailand
Perbesar
Sinphet Kruithong, kanan, meraih medali perunggu

Liputan6.com, Jakarta Sebuah pencapaian meraih medali di ajang Olimpiade pasti menorehkan kebanggaan di hati sang atlet. Namun, tidak sama artinya dengan kejadian yang dialami oleh atlet angkat besi pria 56 kilogram asal Thailand ini.

Perayaan kemenangan medali perunggu yang diraih oleh atlet angkat besi asal Thailand, berubah menjadi kesedihan karena kepergian tiba-tiba dari sang nenek. Kepergian nenek tersebut terjadi, ketika semua keluarga dan kerabat berkumpul di rumahnya, untuk menyaksikan pertandingan atlet angkat besi, Sinphet Kruithong.

Seperti dilansir dari Cosmopolitan.com, Rabu (10/8/2016), nenek dari Sinphet, Subin Khongthap, yang berusia 82 tahun tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri ketika semua orang sedang bersorak menyaksikan kesuksesan Sinphet. Subin kemudian langsung dibawa ke rumah sakit yang berjarak 330 km dari rumahnya, namun dinyatakan telah tiada.

Media lokal yang sedang meliput kemeriahan warga menyaksikan aksi Sinphet di Olimpiade Rio 2016 juga merekam detik-detik kepergian Subin. Sorak sorai dan tepuk tangan yang tadinya memenuhi rumah Sinphet Kruithong berubah menjadi kesunyian ketika kejadian ini berlangsung. Sungguh tidak ada yang menyangka.

Subin tidak menyaksikan cucunya meraih medali perunggu di Olimpiade Rio 2016.

Sinphet, yang berusia 22 tahun, adalah atlet asal Thailand kedua yang memenangkan medali di Olimpiade Rio 2016. Dia menjadi atlet pria Thailand pertama yang berhasil memenangkan medali di bidang angkat besi.