Tarian Caci Khas Flores Sambut Rizal Ramli di NTT

Oleh Liputan6 pada 26 Jun 2016, 16:00 WIB
Diperbarui 26 Jun 2016, 16:00 WIB
Tarian Caci
Perbesar
Dalam rangka menyambut kunjungan Menteri Koordinator Bidan Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, di NTT, masyarakat siapkan Tarian Caci.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama dua hari, Rizal melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, salah satu dari 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan.

Setibanya di Labuan Bajo, Rizal langsung menuju SMAK St Ignatius Layola untuk melihat gelaran seni dan budaya setempat. Rizal yang hadir sebagai tamu kehormatan disuguhkan tarian Caci yang menjadi khas Flores, NTT.

Menurut tokoh adat setempat, tarian ini merupakan penggabungan dari empat unsur utama yaitu seni, permainan, pertarungan, dan sastra. ‎Selain sebagai suguhan kepada tamu kehormatan, tarian ini biasanya dimainkan sebagai wujud rasa syukur saat musim panen tiba, ritual tahun baru, dan upacara pembukaan lahan.

‎"Ini adalah tari Caci. Tari ini memiliki banyak unsur, mulai dari seni, permainan, pertarungan dan ada nilai-nilai sastra yang dibawakan dalam nyanyiannya," ujar salah satu tokoh adat dalam Pentas Seni dan Budaya di SMAK St Ignatius Layola, Labuan Bajo, NTT, Minggu (26/6/2016).

Tarian ini dimainkan oleh sepasang pria atau lebih yang saling bertarung dengan senjata berupa cambuk (pecut) dan perisai (tameng). ‎Penari yang bersenjatakan pecut bertindak sebagai penyerang atau disebut paki. Sedangkan yang menggunakan tameng adalah pihak yang bertahan atau ta'ang.

"Material yang dibawakan, ada tameng yang terbuat dari kulit kerbau yang dikeringkan. Demikian juga dengan pecut yang terbuat kulit kerbau yang dikeringkan," kata tokoh adat tersebut.

Saat ini, tarian Caci masih menjadi suguhan favorit bagi turis yang berkunjung ke NTT, baik domestik maupun mancanegara. Salah satu kampung di Flores, yaitu Kampung Cecer, merupakan wilayah pusat pelestarian Tari Caci.

"Tari Caci ini merupakan atraksi yang paling diminati oleh wisatawan. ‎Tari yang kita saksikan berasal dari Kampung Cecer," ungkap tokoh adat tersebut.

Sementara itu, Rizal Ramli yang berkunjung dan mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat mengaku sangat senang. Dengan pengembangan wisata yang tengah digalakkan oleh pemerintah, tarian ini diharapkan bisa terus dipertahankan sebagai warisan budaya nenek moyang.

"Terima kasih atas penerimaannya. Hati bapak yang tulus, kami sangat apresiasi, mudah-mudahan dengan kunjungan ini Flores bisa lebih maju‎,‎" tandas Rizal.