Berikut 4 Topik Keuangan yang Wajib Dibicarakan Pengantin Baru

Oleh Adinda Tri Wardhani pada 22 Jun 2016, 03:00 WIB
Diperbarui 22 Jun 2016, 03:00 WIB
Berikut 4 Topik Keuangan yang Wajib Dibicarakan Pengantin Baru
Perbesar
Keterbukaan finansial merupakan hal penting agar pernikahan berjalan dengan harmonis. Simak 4 tips khusus bagi pengantin baru berikut ini.

Liputan6.com, Jakarta Apakah Anda berencana menikah dalam waktu dekat, atau bahkan baru saja melewati momen tersebut? Jika ya, maka selamat! Meskipun pernikahan merupakan salah satu momen yang seharusnya paling membahagiakan dalam kehidupan, bukan berarti Anda bisa tutup mata terhadap aspek lainnya, yaitu Keuangan.

Jika sewaktu pacaran Anda merasa tidak enak mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan finansial bersama dengan pasangan, maka ini merupakan saat yang penting untuk membicarakannya. Keterbukaan finansial merupakan salah satu hal penting agar pernikahan tetap berjalan dengan harmonis. Berikut 4 hal keuangan yang wajib dibicarakan pasangan yang baru menikah.

1. Memiliki dan menentukan jumlah anak

Perencanaan anak juga merupakan hal yang penting untuk dipikirkan sejak dini. Anak merupakan berkah dalam keluarga, namun tidak bisa dipungkiri bahwa membiayai hidup anak hingga ia lulus sekolah dan mandiri dalam mencari uang sendiri tidaklah mudah. Anda perlu memikirkan biaya susu, perlengkapan bayi, kebutuhan hidup sehari-hari sang anak, hiburan, dan tidak lupa pendidikan. Usahakan agar sudah mempersiapkan seluruh biaya ini sejak dini, agar Anda bisa menentukan strategi penghematan pengeluaran keluarga sejak dini.

2. Beli rumah atau apartemen baru

Apakah Anda ingin memberi rumah baru, membeli apartemen baru untuk, atau masih menumpang tinggal bersama dengan orang tua? Tempat tinggal merupakan hal krusial yang perlu dibicarakan oleh seluruh pasangan yang akan atau baru menikah. Pertimbangkan juga biaya menghidupi (calon) buah hati nantinya. Jika memang belum mencukupi, tidak ada salahnya untuk tinggal menumpang bersama orang tua terlebih dahulu sampai Anda dan pasangan mampu memiliki tempat tinggal sendiri.

3. Perencanaan pensiun

Sudahkah Anda dan pasangan memikirkan apa yang ingin dilakukan saat memasuki masa pensiun bersama? Kemungkinan besar anak-anak Anda sudah mandiri, sehingga Anda dan pasangan bisa menikmati kembali waktu berdua bersama pasangan terkasih. Perencanaan pensiun yang baik sudah dilakukan sejak dini, jadi tidak ada salahnya kalau Anda membicarakan bersama pasangan sejak awal.

4. Bekerja kembali atau tidak

Setelah menikah dan memiliki anak, bisa jadi salah satu pasangan perlu berkorban untuk mengurus dan membesarkan anak sekaligus menjadi rumah. Pikirkan hal ini sejak awal pernikahan, karena kehilangan satu sumber penghasilan tentu akan sangat mempengaruhi kondisi finansial keluarga Anda ke depannya. Jika Anda mendapat bantuan untuk mengurus anak, maka bisa saja Anda berdua tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Alternatif lain, pasangan yang berhenti bekerja dapat memulai bisnis sendiri yang bisa dilakukan dari rumah seperti bisnis online. Saat ini banyak model bisnis yang dapat dimulai dari rumah. Hal ini tentu dapat mempertahankan kondisi finansial keluarga ke depannya.

Anda bisa memanfaatkan produk kredit tanpa agunan (KTA) untuk memulainya. Gunakan situs perbandingan produk keuangan populer seperti HaloMoney.co.id untuk mempermudah Anda melakukannya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya