Terbukti, Memukul Bokong Anak Rusak Kesehatan Mental

Oleh Ivana Sitanggang pada 27 Mei 2016, 08:30 WIB
Diperbarui 27 Mei 2016, 08:30 WIB
Pukul Anak
Perbesar
Penelitian membuktikan, kebiasaan memukul bokong anak dapat merusak mental.

Liputan6.com, Jakarta Sebaiknya, Anda segera menyetop kebiasaan dalam menghukum anak dengan memukul bokong mereka. Walau 70 persen dari orangtua setuju, hukuman ini dianggap wajar untuk membuat anak lebih disiplin, namun studi terbaru menemukan, memukul bokong lebih buruk dari menendang anak.

Seperti dilansir dari Goodhousekeeping.com, Rabu (25/5/2016), penelitian di University of Texas di Austin, dan University of Michigan menggunakan data, 150.000 anak dalam periode 20 tahun memberikan kesimpulan: Memukul bokong dapat menjadi penyebab sifat agresif, antisosial, masalah kesehatan mental, kesulitan kognitif, kepercayaan diri yang rendah, dan berbagai sifat negatif lain. Dan sisi positifnya tidak ada sama sekali.

Dan yang paling menakutkan, mungkin saja sebagian besar anak kecil mendapatkan dampak negatif dari kebiasaan ini. "Pada saat anak-anak pergi ke sekolah tinggi, setidaknya 85 persen telah dipukul," jelas Elizabeth T. Gershoff, penulis utama penelitian kepada CBS News.

Banyak dari orangtua yang berpikir bahwa memukul tidak membuat anak menjadi penurut, namun membuat diri mereka terlihat tegas di depan anak-anak. Tapi ternyata, Anda tidak perlu memukul anak untuk menunjukkan Anda memiliki kekuatan. Sebaliknya, tetapkan batasan yang jelas tentang peraturan di rumah, konsisten terhadap peraturan tersebut, dan yang paling penting, bertindak sebagai panutan yang baik. Memberi hukuman fisik hanya akan memberikan perilaku agresif pada anak.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya