Tahun 2050, Di Laut Lebih Mudah Temukan Sampah daripada Ikan

Oleh Ahmad Apriyono pada 10 Mei 2016, 20:00 WIB
Diperbarui 10 Mei 2016, 20:00 WIB
sampah laut
Perbesar
Hampir 9 juta ton sampah plastik menumpuk di lautan dan menjadi ancaman bagi banyak spesies, termasuk manusia itu sendiri.

Liputan6.com, Jakarta Tiap orang merasa aman dari sampah saat petugas kebersihan membawa sampah rumah tangga mereka ke tempat pembuangan akhir. Namun, hal ini tidak semudah yang dipikirkan, mengingat menurut catatan onegreenplanet, manusia di bumi menghasilkan 300 juta ton sampah per tahun, yang 85 persennya tidak didaur ulang.

Jadi jangan menghardik saat laut menjadi keruh dan penuh sampah, karena laut pada akhirnya menjadi penampungan besar saat sampah yang menumpuk tidak tahu harus dibuang kemana. Ada sekitar 8,8 juta ton plastik yang ada di lautan lepas kini, dan tentu sampah-sampah ini menjadi ancaman bagi seluruh makhluk hidup, tak hanya bagi 700 spesies yang ada di laut, tapi juga menjadi ancaman bagi manusia itu sendiri.

Foto yang dirilis laman onegreenplanet, Selasa (10/5/2016), menunjukkan pemandangan laut yang mengenaskan, dan jauh dari anggapan kebanyakan orang saat ini tentang pulau dengan air laut yang jernih, pasir yang putih, dan terumbu karang yang berwarna-warni.

Foto hasil jepretan Zak Noyle tersebut memunculkan kekhawatiran bagi para aktivis pecinta laut, benarkah di tahun 2050, umat manusia akan lebih banyak menjumpai sampah plastik ketimbang ikan saat mengunjungi laut. Bahkan untuk menyentil kesadaran banyak orang, Jacques Cousteau, seorang aktivis pecinta laut menyebarkan foto tersebut dengan lampiran kalimat “Air dan udara, dua hal penting di mana semua kehidupan tergantung, kini telah menjadi tempat sampah global.”

"Dalam kehidupan masyarakat modern, penggunaan plastik memang tidak dapat dihindari. Tetapi apakah bijak dengan mempertaruhkan nyawa spesies di laut, kesehatan lautan, dan masa depan kita sendiri dalam nama kenyamanan? Dengan mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan penggunaan plastik dalam hidup kita sehari-hari, kita bisa memberikan kehidupan laut yang lebih asri," ungkap Nil Zacharias, Co-Founder One Green Planet.

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Bertani di Atas Masjid