Dari Permintaan Ibu, Tas Belanja Ini Peroleh Omzet Rp 100 Juta

Oleh Annissa Wulan pada 11 Apr 2016, 15:30 WIB
Diperbarui 11 Apr 2016, 15:30 WIB
Dari Permintaan Ibu, Tas Belanja Ini Peroleh Omset 100 Juta
Perbesar
Berawal dari permintaan ibu, tas belanjaan buatan kedua wanita kakak beradik ini mampu hasilkan omset hingga seratus juta hingga saat ini.

Liputan6.com, Jakarta Kantong plastik yang tak lagi gratis mungkin menjadi masalah tersendiri bagi beberapa orang. Sejak penggunaan kantong plastik di toko-toko dikenai biaya sebesar Rp 200 mulai tanggal 21 Februari 2016, banyak orang berinisiatif membawa tas sendiri dari rumah yang dapat digunakan untuk membawa barang belanjaan.

Kejadian ini ternyata dimanfaatkan oleh dua wanita kakak beradik bernama Gya Rachman dan Dayu Sunito untuk berkreasi membuat tas belanja sendiri. Tak disangka, ide kreatif mereka berbuah manis. Tas belanja mereka mendapatkan respons yang baik dan sangat diminati oleh banyak orang.

Diwawancarai oleh tim liputan6.com, Jumat (7/4/2016), Gya menceritakan awal mula ia dan saudaranya mendapatkan ide untuk membuat tas belanja ini.

Tepat sebulan setelah peraturan tentang kantong plastik berbayar ini dikeluarkan oleh pemerintah, ibu dari Gya dan Dayu mengeluhkan tas belanja yang mereka miliki di rumah terlalu besar. Ibunya meminta Gya mencarikannya tas belanja seperti yang dijual di salah satu toko retail terbesar di Indonesia, IKEA.

Di sinilah kemudian Gya mendapatkan ide untuk membuatkan tas belanja sendiri untuk ibunya.

Terinspirasi dari iklan yang akan ditampilkan di bawah ini, Gya dan Dayu akhirnya membuat sebuah tas belanja yang persis sama dengannya.

Mereka membuat tas ini dari bahan spundbond yang dikombinasikan dengan jaring.

Dari Permintaan Ibu, Tas Belanja Ini Peroleh Omset 100 Juta. Sumber : skanaa.com

Sejak dijual, Gya mengakui bahwa tanggapan pasar terhadap tas belanjaannya ini sangat baik. Setiap hari dirinya bisa menerima pesanan sebanyak 100 sampai 500 buah tas belanja.

"Kami tiap hari produksi, jadi bukan berdasarkan pesanan saja. Sekarang jarang ada orang yang pesan terus mau disuruh menunggu seminggu atau dua minggu. Kami mengantisipasi hal itu aja sih," ucap Gya.

Berbicara tentang omzet, Gya mengakui bahwa sampai saat ini, ia dan saudaranya telah berhasil mencapai omzet sebesar Rp 100 juta.

Keberhasilannya ini bukan tanpa kendala. Gya mengakui kendala terbesarnya dalam membuat tas belanja ini adalah model. Ia sangat kesulitan untuk mencari model yang menarik karena baginya tas belanja di mana-mana modelnya hampir sama.

Tidak lupa, Gya juga membocorkan bahwa awal bulan April ini ia akan mengeluarkan tas belanja dengan model yang baru.

Saat ini, pemesan terbanyak dari online shop. "Kemarin kita sempat mau masukin ke Alfamart, tapi mereka minta kita untuk stok dulu dengan jumlah yang cukup besar. Nah, karena sekarang kita sedang berusaha untuk memenuhi permintaan yang datang ke kita secara langsung, maka untuk masuk ke toko kita tunda dulu," ujar Gya di akhir wawancara.