Herbalife Dukung Sarapan Sehat Jadi Gaya Hidup Orang Indonesia

Oleh Novi Nadya pada 22 Feb 2016, 05:30 WIB
Diperbarui 22 Feb 2016, 05:30 WIB
Herbalife Dukung Sarapan Sehat Jadi Gaya Hidup Orang Indonesia
Perbesar
Herbalife kampanyekan Pekan Sarapan Nasional (PESAN) 2015 dengan membagikan 2.000 paker sarapan di 25 kota seluruh Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Herbalife Indonesia, perusahaan penyedia nutrisi global menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Sarapan Nasional (PESAN) 2016 yang diselenggarakan 14–20 Februari 2016. Herbalife Indonesia melakukan kampanye langsung kepada masyarakat akan pentingnya sarapan serta membagikan 2.000 paket sarapan atau cup shake kepada masyarakat di 25 kota di seluruh Indonesia selama seminggu.

Country General Manager Herbalife Indonesia Andam Dewi mengatakan kegiatan kampanye PESAN 2016 sesuai dengan komitmen Herbalife Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Sehat dan Bugar serta gaya hidup sehat dan aktif di kalangan masyarakat.

“Sarapan dengan campuran nutrisi yang benar akan membuat Anda siap menjalani aktivitas seharian dan energi yang stabil. Begitu juga dengan produk kami siap mendukung gaya hidup sehat tersebut. Dengan komposisi kalori, karbohidrat dan nutrien penting lain yang seimbang,” ujar Andam Dewi.

Sayangnya kesibukan masyarakat modern kerap menjadi penghalang untuk mendapatkan asupan sarapan sehat. Padahal, berbagai riset dan publikasi kesehatan menyatakan ketahanan tubuh untuk melakukan pekerjaan dengan produktivitas yang memadai lebih dimiliki oleh individu yang mendapat gizi dan nutrisi yang baik.

"Permasalahan kesehatan dan nutrisi yang selama ini menjadi beban kita semua. Semoga sarapan sehat bisa jadi salah satu solusi bagi Indonesia untuk menciptakan masyarakat sehat dan bugar” tutup Andam.

Publikasi Kementerian Kesehatan (2011) menyatakan yang disebut sarapan sehat sebaiknya terdiri atas sumber karbohidrat (60-68 persen), protein (12-15 persen), lemak (15-25 persen) serta mengandung vitamin dan mineral. Sarapan sehat menyumbang 25 persen kebutuhan gizi.