Situs Hunt Street, Surganya Barang Branded Secondhand

Oleh Bio In God Bless pada 05 Jul 2015, 12:06 WIB
Diperbarui 24 Jan 2017, 18:21 WIB
Hunt Street 3

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin sudah lama memendam hasrat yang begitu besar untuk membeli sebuah kacamata Louis Vuitton atau mungkin tas Lanvin, dan berharap agar benda-benda itu bisa dijual dengan harga yang lebih murah. Atau Anda adalah seorang yang merasa branded fashion items di lemari sudah cukup puas dipakai namun merasa sayang jika mereka hanya sekadar dibuang. Yang manakah diri Anda?

 

Satu kesamaan dari kedua jenis orang yang dibahas itu adalah bahwa masing-masingnya membutuhkan Hunt-Street.com. Ini bukan e-commerce seperti biasanya. Pertama, Hunt Street adalah surganya barang-barang preloved atau secondhand yang bermerek ternama. Mulai dari Hermes, Chanel, Fendi, Louboutin, Dior, dan masih banyak lagi bisa ditemukan di situs ini dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga barunya. Bedanya bisa mencapai 80%.

Barang yang dijual di situs Hunt Street

Jumat, 4 Juli 2015, semua item tersebut terpampang dalam sebuah ruang di Fairgrounds, SCBD. Hari itu adalah preview eksklusif dari benda-benda fesyen yang dijual di Hunt Street, sekaligus menghantar pada Grand Opening dari situs e-commerce tersebut.

 

Bertajuk `The Hunting Ground`, Sabrina Joseph bersama 3 pendiri lainnya menjelaskan tentang apa saja yang bisa dilakukan di situs yang digarap sejak awal tahun 2015 itu.

Barang yang dijual di situs Hunt Street

Selain bisa membeli dan menjual barang di Hunt Street, sebagaimana dijelaskan oleh Sabrina, Anda juga bisa melakukan tukar-tambah dan konsinyasi atau titip jual. Soal keaslian dari barang-barang yang dijual, Hunt Street tidak main-main.

 

Tim profesional khusus dipekerjakan untuk menjaga agar hanya branded fashion item asli yang ada di sana. Jika Anda membeli barang di Hunt Street dan ternyata terbukti barang itu palsu, Anda bisa mendapat pengembalian uang secara penuh.

Para pendiri situs Hunt Street

So, what else about Hunt Street? At last but not least, this is about stating that it is fine to love the preloved.

 

(bio/igw)

Video Pilihan Hari Ini

Bermata Juling, Kucing Ini Justru Bikin Warganet Gemas