NTB Siap Jadi Destinasi Wisata Syariah

Oleh Hans Bahanan pada 27 Okt 2014, 09:35 WIB
Diperbarui 27 Okt 2014, 09:35 WIB
NTB Siap Jadi Destinasi Wisata Syariah
Perbesar
Nusa Tenggara Barat Siap Menjadi Destinasi Wisata Syariah.

Liputan6.com, Nusa Tenggara Barat- Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dinyatakan siap menjadi destinasi Wisata syari'ah oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Hal itu dikarenakan NTB yang mencakup Lombok -Sumbawa  memiliki potensi wisata berbasis syari'ah yang cukup dominan. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Taufan Rahmadi, mengatakan peluang Lombok-Sumbawa terpilih menjadi destinasi wisata syari'ah karena memiliki potensi pariwisata yang beragam, baik wisata konvensional maupun wisata berbasis Islam.

"Kita punya banyak peluang tinggal menata sedikit lagi untuk lebih siap menjadi destinasi wisata syari'ah. Sebab, dari 12 provinsi yang ditunjuk Kemenparekarf sebagai destinasi tujuan wisata Islam, hanya NTB yang sudah siap dengan paket wisata syari'ah-nya," ujar Taufan dihubungi liputan6.com dari Mataram beberapa waktu lalu.

Dan juga, Sambung Taufan, predikat pulau Lombok yang dikenal dengan pulau seribu masjid ditambah lagi dengan banyaknya pondok pesantren yang tersebar di NTB, diharapkan bisa menjadi point penting untuk menggenjot kesiapan Lombok-Sumbawa menjadi destinasi wisata syari'ah.

"Kita banyak didukung oleh keberadaan penghafal Al Qur'an, predikat seribu masjid, pondok pesantren dan kota-kota santri yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa," lanjut dia.

Terlebih, Gubernur NTB TGH. M Zainul Majdi, sudah meletakkan dasar Lombok-Sumbawa sebagai destinasi wisata syariah terbukti dengan dibangunnya pusat kajian islam Islamic State (IC) terbesar se-Asia Tenggara yang terletak di tengah-tengah kota Mataram.

Sebelumnya, Dirjen MICE dan minat khusus, Rizky Handayani, mewakili Kemenparekraf RI usai membuka seminar World Islamic Travel Mart (WITM) di Jakarta menjelaskan, ada 12 Provinsi yang berpeluang menjadi contoh destinasi wisata syari'ah yaitu Aceh, Banten, Yogyakarta, Bali, Sumatra Barat, Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan NTB. Berdasarkan hasil pengamatan Kemenparekraf, dari 12 provinsi yang diplot menjadi contoh destinasi wisata syari'ah tersebut, tiga Provinsi yaitu NTB, Bali dan Yogyakarta dinyatakan paling siap.

"NTB, Bali dan Yogyakarta bisa dipastikan paling siap karena memiliki paket tour syari'ah seperti, rata rata setiap kamar hotel meletakkan tanda kiblat dan pada restauran tercantum sertifikat halal, serta adanya mushalla yang dilengkapi jadwal sholat," terang dia.

Rizky menekankan, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata syari'ah. Dalam dunia wisata, syiar Islam dinilai sangat penting mengingat 90 persen dari 250 juta penduduk Indonesia beragama Islam. Untuk itu pihaknya berharap agar wisata syari'ah ini bisa dijadikan moment untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Syiar Islam dan pariwisata juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita. Di awal-awal pasti banyak kekurangan, namun seiring dengan ini kita akan perbaiki supaya menjadi lebih baik," ujar Rizki. (Hans Bahanan)