Hari Kesehatan Jiwa, Cek Kolesterol Hingga Deteksi Dini Gangguan Jiwa di Ponorogo

Oleh Liputan6.com pada 06 Okt 2022, 01:27 WIB
Diperbarui 06 Okt 2022, 01:39 WIB
Kampanye dan sosialisasi tentang kesehatan jiwa lewat seni di Dukuh Tumpuk, Desa Kemiri, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.
Perbesar
Kampanye dan sosialisasi tentang kesehatan jiwa lewat seni di Dukuh Tumpuk, Desa Kemiri, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.

Liputan6.com, Jakarta - Yayasan Lentera Kesehatan Nusantara (YLKNU) bersama beberapa Civil Society Organization (CSO) berencana ikut serta merayakan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2022. Kegiatannya berlokasi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini bertujuan untuk mengkampanyekan kesehatan jiwa dan mengedukasi masyarakat tentang isu-isu terkait kesehatan jiwa. CSO yang terlibat antara lain dari unsur PCNU, LKNU, Ansor, Banser Husada, Fatayat, dan komunitas Pustaka Gerilya Indonesia.

Peringatan akan dilakukan di ruang terbuka masyarakat dengan berbagai acara, antara lain sosialisasi, deteksi dini ganguan jiwa, cek darah, kolesterol, hingga literasi. Ini merupakan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia berlangsung untuk yang ke-29.

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day diperingati setiap tahunnya pada 10 Oktober. The World Federation for Mental Health mengumumkan bahwa tema peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada tahun 2022 ini adalah “Make Mental Health and Well-Being for All Global Priority (Jadikan kesehatan mental & kesejahteraan untuk semua sebagai prioritas global).

Di Indonesia, permasalahan kesehatan jiwa, khususnya skizofrenia, masih cukup tinggi. Beban skizofrenia semakin meningkat di Indonesia. Lebih dari 21 juta penduduk di dunia terkena skizofrenia.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 di Indonesia, proporsi rumah tangga dengan anggota rumah tangga yang terkena gangguan jiwa berat (skizofrenia atau psikosis) adalah tujuh orang per juta, peningkatan yang signifikan dari 1,7 orang per juta pada 2013.

Angka tersebut sudah selayaknya mengingatkan semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat luas untuk selalu memperhatikan masalah ini. Program penanganan masalah gangguan jiwa di Kabupaten Ponorogo telah secara intensif dimulai sejak 2014 dengan launching ‘Bebas Pasung’.

Sejak 2014-2021 terdapat 157 kasus pasung, yang kemudian dinyatakan bebas pasung tahun 2021. Namun, pada 2022 ditemukan 12 kasus pasung baru. Sedangkan angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sejak 2014 itu terdapat 3.080, dan menurun menjadi 2.864 pada tahun 2021.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Program CHEERS

Sebagai bagian dari CSO, YLKNU melalui projek Community Health Empowerment for Early-Detecting and Reintegrating of Schizophrenia (CHEERS). Jadi YLKNU bekerja secara khusus menyasar Orang Dengan Skizofenia (ODS). Sejak 2020 telah bekerja di tiga kecamatan, yaitu Babadan, Jenangan, dan Ponorogo Kota.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, antara lain 1). Pelatihan kader kesehatan jiwa, 2). Pendampingan kader kesehatan jiwa kepada ODS, keluarga ODS, 3). Edukasi kepada masyarakat, 4). Orientasi tokoh agama, dan 5). Advokasi.

Hingga saat ini program CHEERS telah melatih 147 kader kesehatan jiwa di Kabupaten Ponorogo. Dari total tiga kecamatan telah dilakukan pendampingan sebanyak 320 ODS dengan jumlah ODS yang melakukan pengobatan 296 ODS. Ini artinya terdapat 24 ODS tidak melaksanakan pengobatan, atau dengan tingkat kepatuhan minum obat sebanyak 92,5 persen.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya